Perbedaan Data Science dan Big Data

Perbedaan Data Science dan Big Data

Hampir segala sesuatu saat ini sudah memanfaatkan media digital berkat kecanggihan teknologi yang ada, karena itu kita perlu memperkaya kosa kata kita yang berkaitan dengan dunia digital. Beberapa contoh katanya adalah data science dan big data. Perbedaan data science dan big data itu apa sih?

Meski sekilas nampak sama, namun pada hakikatnya kedua istilah tersebut berbeda. Kali ini kita akan bahas secara tuntas apa saja yang menjadi perbedaan keduanya agar informasi dan pengetahuan kita juga semakin kaya. Jadi simak terus informasinya ya!

Data Science Itu Apa?

apa Itu Data Science

Data science merupakan suatu ilmu yang menggabungkan antara kemahiran dalam bidang ilmu tertentu dengan keahlian programming, mathematics dan statistika. Tujuan dari semua itu adalah untuk mengolah dan mengekstraksi suatu pengetahuan atau informasi yang tersaji dari data – data yang ada.

Orang – orang yang mahir dalam bidang data science biasanya akan menggunakan algoritma machine learning untuk membantu segala proses yang diperlukan dalam mempelajari dan mengolah data – data yang ada entah itu data dalam bentuk teks, gambar, video, audio atau lainnya.

Sistem kecerdasan buatan yang didapatkan dari proses pembelajaran mesin atau machine learning itulah yang nantinya digunakan untuk melakukan berbagai macam tugas penting yang sulit dan rumit untuk dijangkau dengan kecerdasan manusia.

Setelah itu analis dan pengguna yang berkepentingan akan memanfaatkan data yang telah diolah dari sistem kecerdasan buatan tersebut untuk merancang strategi yang tepat dalam penyelesaian suatu masalah atau pengambilan suatu keputusan strategis bagi perusahaan, organisasi atau lembaga terkait.

Lantas, mengapa data science itu penting?

Data science menjadi sebuah bidang ilmu yang sangat penting bagi sebuah perusahaan atau bisnis karena setiap bisnis sangat bergantung pada data. Jika perusahaan tidak mampu mengolah data, bisnis tidak akan memiliki pedoman yang bagus dalam menjalankan operasional usaha untuk jangka panjang.

Sistem operasional perusahaan juga tidak akan berjalan mulus, efektif dan efisien tanpa memahami dan menerapkan ilmu data science di era digital seperti sekarang. Akhirnya perusahaan pun kesulitan untuk berkembang.

Lalu bagaimana dengan big data?

Big Data Adalah

Big data adalah

Jadi big data merupakan sekumpulan data yang memiliki volume atau ukuran sangat besar dan terdiri dari data terstruktur (structured), data semi terstruktur (semi structured) dan juga data tidak terstruktur (unstructured) yang dapat berkembang seiring berjalannya waktu.

Big data memiliki tiga karakteristik yang sering disebut sebagai Three V atau tiga V. Ketiga karakteristik tersebut harus ada dalam big data. Sebuah data bisa dikatakan sebagai big data jika memiliki ketiga karakteristik tersebut.

Apa saja tiga V atau three V tersebut?

Volume

Volume atau ukuran menjadi karakteristik pertama yang harus ada. Sebuah data bisa terkategori sebagai big data jika ukuran atau volumenya besar. Sementara jika ukuran atau volumenya yang dikelola bukan kompleks dengan volume besar, maka data tersebut tidak bisa terklasifikasikan sebagai big data.

Velocity

Velocity atau kecepatan data merupakan seberapa cepat data dapat dihasilkan dan seberapa cepat data dapat diproses dan dianalisis untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Kecepatan transfer data juga sangat berpengaruh, terlebih dalam proses pengiriman data. Jika big data memiliki kecepatan yang memungkinkan, maka data dapat diterima atau digunakan secara real time untuk berbagai kepentingan.

Variety

Apa yang dimaksud dengan variety? Jadi variety atau varietas merupakan ragam jenis data yang dimiliki oleh big data. Jenis data beragam, ada yang tipenya tradisional. Data dengan tipe tradisional ini biasanya lebih terstruktur.

Namun seiring berkembangnya big data, memang banyak data baru dengan bentuk data tradisional yang tidak terstruktur atau semi terstruktur. Sebagai contoh adalah teks atau data yang berupa audio dan video yang memerlukan proses tambahan dalam penanganannya agar dapat teridentifikasi.

Jadi data dengan bentuk yang tidak terstruktur atau semi terstruktur tersebut tidak bisa digunakan langsung melainkan masih harus melalui suatu proses tambahan terlebih dahulu.

Jadi ketiga karakteristik tersebut harus dimiliki oleh big data. Jika ada salah satu aspek dari karakteristik di atas yang tidak dimiliki suatu data maka data tersebut tidak dapat terkategori sebagai big data.

Selain ketiga karakteristik yang kita kenal sebagai Three V di atas, ada karakteristik tambahan yang juga harus ada pada big data di antaranya :

Value

Value artinya adalah nilai atau makna. Suatu data tidak perlu dianalisis lebih dalam jika tidak memiliki value yang penting. Jadi suatu data yang terkumpul hingga dijadikan kesimpulan dan bahkan alat pengambilan keputusan sudah pasti memiliki value. Darimana value dari sebuah data diketahui?

Value dalam suatu data dapat diketahui dari pemrosesan data dan value tersebut yang akan dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

Veracity

Veracity merupakan tingkat akurasi dalam pengumpulan data. Jadi data – data yang akan diproses adalah data – data dengan tingkat akurasi yang tinggi. Semakin tinggi nilai akurasi suatu data maka nilainya akan semakin tinggi juga.

Dengan data yang memiliki tingkat akurasi tinggi tersebut, maka pengambilan keputusan akan berjalan lebih maksimal, terarah dan lebih baik. Sama halnya seperti value juga, veracity ini juga sangat diperlukan dalam proses pengolahan big data sampai big data tersebut bisa dijadikan sebagai data yang terkontrol, sistematis dan berfungsi untuk berbagai kepentingan.

Dari penjelasan di atas, antara data science dan big data memiliki perbedaan. Jadi perbedaan data science dan big data itu apa saja sih?

Perbedaan Data Science dan Big Data

Perbedaan Data Science dan Big Data

Jadi kita akan jelaskan perbedaan data science dan big data secara ringkas di sini. Data science merupakan bidang yang kaitannya dengan persiapan data, analisis data, sampai dengan pembersihan data menggunaakn data – data yang acak (tidak terstruktur) atau data yang rapi dan siap diolah (terstruktur).

Sementara big data merupakan kumpulan data – data dengan berbagai tipe baik yang terstruktur, tidak terstruktur atau semi terstruktur dan memiliki volume sangat besar untuk dikelola.

Jadi bisa diartikan juga bahwa antara data science dan big data saling berkaitan. Apa kaitannya antara data science dan big data?

Big data merupakan kumpulan data yang akan dikelola oleh data science. Sementara data science merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk mengelola big data yang ada. Jadi itulah perbedaan data science dan big data serta kaitan keduanya.

Kesimpulan

Data science dan big data merupakan suatu istilah dalam pemrosesan data bervolume besar untuk mendapatkan kesimpulan. Biasanya perusahaan besar dengan kapasitas data kompleks yang tidak akan bisa dikelola secara manual, akan memanfaatkan teknologi data science dan big data beserta pengembangannya untuk keperluan manajemen data mereka.

Leave a Comment

three + one =

Sticky Artikel

Artikel Terbaru

arus listrik rangkaian seri

Rangkaian Listrik Seri dan Paralel

Dalam dunia kelistrikan, kita mengenal dua istilah rangkaian listrik yaitu rangkaian listrik seri dan paralel. Kedua rangkaian listrik tersebut sangat bermanfaat dan penerapannya bisa kita

Read More »