Masa depan internet of things

Masa Depan Internet Of Things: Dampaknya Terhadap Kehidupan dan Bisnis

Banyak hal mengalami perubahan di era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini. Internet of things menjadi bagian tak terelakkan untuk tersentuh dengan berbagai macam perubahan. Maka dari itu, Masa depan internet of things saat ini akan sangat dibutuhkan secara signifikan, baik untuk kehidupan manusia sehari-hari maupun untuk kebutuhan bisnis.

Kehadiran teknologi Internet of things memberikan perubahan di berbagai macam sendi kehidupan manusia, termasuk memberi perubahan terhadap cara berbisnis bagi para pengusaha. Melalui internet of things yang terus berkembang, semakin banyak dampak positif yang dapat dirasakan manusia.

Lantas bagaimana dampak internet of things terhadap perubahan cara hidup dan cara berbisnis manusia? Di sini kita akan membahas selengkapnya. So, let’s check these out!

Internet of Things di Masa Depan

Jika kita membicarakan tentang masa depan di beberapa tahun yang akan datang, perangkat yang menggunakan teknologi internet of things atau yang juga dikenal sebagai IoT akan semakin kompleks.

Mulai dari perangkat teknologi seperti tablet, laptop, smartphone sampai dengan perangkat rumah tangga seperti pintu dan AC otomatis, lemari es, sampai dengan CCTV memanfaatkan teknologi IoT untuk berbagai keperluan.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa pada tahun 2025 nanti jumlah perangkat berbasis IoT diseluruh dunia akan lebih dari 75 miliar perangkat. Sementara volume data yang dibuat oleh koneksi IoT pada tahun 2024 mendatang diperkirakan mencapai 79,4 zettabytes, dimana angka tersebut merupakan angka yang sangat besar.

Dengan semakin luasnya jaringan IoT, membuat pengeluaran global untuk teknologi dan perangkat berbasis IoT semakin besar. Bahkan di tahun 2023 – 2024 saja nilai yang dikeluarkan untuk mengembangkan teknologi dan perangkat berbasis IoT, diperkirakan mencapai angka 1,1 – 1,2 triliun dolar AS di seluruh dunia.

Perkiraan tersebut sekaligus menjadi suatu bukti bahwa di masa depan internet of things akan semakin berkembang luas dan menyentuh berbagai macam aspek dalam kehidupan manusia. Entah itu untuk keperluan bisnis, produksi, pabrik, rumah tangga, transportasi dan berbagai bidang lainnya.

Semua biaya yang dikeluarkan untuk internet of things secara global tentu merupakan biaya produktif yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Feedbacknya akan dirasakan di masa depan dalam jangka waktu yang panjang. Dengan pengembangan perangkat IoT, segala pekerjaan baik yang besar maupun yang kecil akan menjadi lebih terarah, sistematis, efisien, dan efektif.

5 Prediksi Masa Depan Internet of Things

internet of things - future technology concept

Perangkat sistem keamanan yang semakin meningkat

Sebagaimana yang kita sudah ulas sebelumnya bahwa, banyak sisi yang akan berkembang dengan memaksimalkan kehadiran IoT di masa depan. Hal tersebut juga berlaku untuk sistem keamanan di masa depan yang juga memanfaatkan kemampuan teknologi IoT.

Semakin canggihnya teknologi, kejahatan cyber juga semakin berkembang memanfaatkan celah-celah teknologi. Oleh sebab itu, teknologi keamanan dalam segala hal juga harus semakin canggih. Mulai dari teknologi keamanan fisik dengan memanfaatkan CCTV yang terhubung dengan smartphone android, penggunaan instalasi keamanan dengan konsep rumah pintar, sampai dengan teknologi keamanan non fisik seperti penggunaan cloud berpassword untuk menyimpan berbagai macam file agar lebih meminimalisir potensi pencurian data.

Berbagai macam teknologi yang mendukung sistem keamanan fisik dan non fisik lainnya juga akan berkembang di masa depan sebagai bagian dari IoT.

Penggunaan IoT yang semakin tinggi untuk vendor besar teknologi

Validitas IoT yang sangat impresif menjadikan banyak perusahaan atau vendor besar beralih dari cara manual menuju pemanfaatan perangkat IoT yang dinilai lebih efektif dan efisien.

Lebih dari 50% vendor yang sebelumnya masih menggunakan cara manual akan sadar betapa pentingnya beralih dari cara manual tersebut menuju pemanfaatan perangkat IoT untuk berbagai keperluan usaha atau bisnisnya.

Jadi nantinya di masa depan, tidak hanya vendor teknologi saja yang berkembang dengan perangkat IoT secara masif seperti Amazon, Microsoft, Google, PayPal dan lainnya. Akan tetapi berbagai vendor kecil sedikit demi sedikit juga akan menggunakan perangkat IoT dalam pola bisnis mereka.

Big data yang memberikan semakin banyak peluang

IoT secara konsep dapat diartikan sebagai mesin dengan database yang saling terhubung melalui internet jaringan. Kehadiran teknologi canggih seperti perangkat IoT tentu tidak terlepas dari kaitannya dengan big data.

Pengolahan data pada sistem dan mekanisme IoT inilah yang pada akhirnya menciptakan suatu teknologi kecerdasan buatan atau artificial inteligence yang semakin membantu manusia dalam memudahkan beragam aktivitas dan kegiatannya.

Tak hanya di luar negeri, di Indoneisa sendiri tren perangkat IoT sudah mulai bermunculan terhitung sejak tahun 2018 diawali dengan hadirnya smartwatch. Nah, smartwatch ini kehadirannya menerapkan konsep IoT yang membuat produk tersebut bisa saling terhubung dengan perangkat lain seperti smartphone dan apps di dalam smartphone.

Melalui smartwatch, pengguna bisa mendapatkan banyak manfaat sekaligus dalam satu produk. Oleh sebab itu bukan tidak mungkin ke depannya perkembangan perangkat IoT di Indonesia akan semakin besar, luas dan masif.

Hadirnya beragam perangkat pintar yang menunjang aktivitas

Perangkat pintar semakin berkembang dengan pesat untuk menunjang berbagai aktivitas. Tidak hanya menghadirkan smartphone yang bisa dimanfaatkan sebagai alat komunikasi, interaksi dan memudahkan segala hal. Akan tetapi, di masa depan akan semakin banyak produk perangkat pintar lain termasuk beragam peralatan dan perlengkapan rumah tangga.

Mulai dari kamera keamanan atau CCTV yang fiturnya semakin berkembang, AC dan lampu di rumah mewah yang bisa di kontrol jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi internet of things. Lalu hadirnya kulkas pintar, alat penyedot debu yang semakin canggih dan masih banyak hal lainnya lagi.

Melalui perkembangan internet of things, kamu akan semakin merasakan bagaimana rumah dan kota akan dioptimasi dan diotomatisasi. Beragam mekanisme pengelolaan kehidupan jarak jauh semakin tercipta untuk memecahkan berbagai macam masalah yang terjadi. Semuanya akan terpelihara secara maksimal melalui perkembangan internet of things di masa depan.

5G dorong pengembangan IoT berskala besar

Sebelum teknologi jaringan 5G hadir, kita mengenal sistem jaringan 2G, 3G, 4G sampai dengan 4G LTE. Semua sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk menjalankan mekanisme perangkat IoT. Hanya saja pada prakteknya semua aspek pada sistem jaringan sebelumnya tidak sematang dan seoptimal 5G.

Jaringan 5G merupakan sebuah mekanisme perkembangan dari jaringan yang sebelumnya dihadirkan yaitu 2G, 3G, sampai dengan 4G LTE. Kecepatan transfer data sampai dengan stabilitas jaringan 5G jauh lebih baik kalau dibandingkan dengan sistem jaringan sebelumnya yaitu 2G sampai dengan 4G LTE.

Sebagai contoh, jaringan 4G LTE merupakan sebuah sistem jaringan yang memiliki kecepatan transfer sebesar 1 Gbps, namun jaringan ini memiliki kelemahan. Kelemahan dari jaringan 4G LTE adalah mudah terganggu jika ada bangunan tinggi, gedung dan signal wifi di tempatnya berfungsi.

Oleh sebab itu, hadir penyempurna dari jaringan 4G LTE yaitu jaringan 5G yang diklaim memiliki konektivitas yang jauh lebih baik yaitu mencapai 10 Gbps untuk kecepatan transfer data dan penggunaannya akan tetap lancar meski terhalang oleh bangunan tinggi, gedung atau bahkan signal wifi.

Dengan kemampuannya tersebut, jaringan 5G dapat menjadi solusi untuk menyediakan koneksi internet yang lebih stabil, bisa digunakan pada berbagai macam tempat dan sekaligus bisa digunakan untuk ribuan perangkat dalam waktu yang bersamaan.

Hal tersebut karena kemampuan transfer data dari jaringan 5G sangat cepat serta minim latensi sehingga menjadikan miliaran perangkat pintar dapat terhubung sekaligus dalam skala besar. Dengan demikian kehadiran sistem jaringan 5G semakin membuka peluang perkembangan bagi konsep smart city di suatu wilayah, daerah atau pun negara.

Apa yang dimaksud dengan smart city?

masa depan IoT Smart City

Smart city merupakan bagian dari teknologi IoT melalui penggunaan sistem jaringan 5G untuk mengoptimalkan berbagai bidang kehidupan baik dari segi kesehatan, transportasi, keamanan, sampai dengan bisnis di suatu wilayah atau kota.

Jadi kalau bicara tentang sistem jaringan 5G, kita tidak hanya akan berbicara terkait kecepatan download ataupun kemampuan transfer data saja melainkan juga berbicara tentang sesuatu yang lebih besar yakni perkembangan internet of things dalam skala besar.

Di masa depan, setelah jaringan 5G digunakan dan beredar secara menyeluruh di berbagai penjuru dunia bukan tidak mungkin akan ada sistem jaringan yang jauh lebih baik lagi dari sistem jaringan 5G. Tinggal kita tunggu saja bagaimana perkembangannya sebagai pengguna.

Masa Depan Internet of Things Untuk Dunia Bisnis

Dalam segi bisnis, masa depan internet of things sangat lah baik. Tidak hanya akan digunakan di perusahaan besar berbasis teknologi seperti Google, Microsoft dan kalau di Indonesia ada Gojek dan sejenisnya, melainkan banyak perusahaan berbasis industri yang juga akan memanfaatkan perangkat IoT.

Sebagai contoh dalam penggunaan mekanisme pengolah data. Jika dulu UMKM mungkin hanya memanfaatkan pengolah data manual memanfaatkan teknologi tulisan tangan manusia, kini sudah memanfaatkan Microsoft office excel dan word untuk mengolah data. Bahkan dalam perkembangannya, banyak industry UMKM yang sudah memanfaatkan perangkat penyimpanan data berbasis cloud untuk mengamankan data perusahaan mereka.

Semua itu tak pernah terlepas kaitannya dengan pemanfaatan IoT. Karena para pemilik perusahaan mulai tersadar betapa pentingnya penggunaan perangkat semacam itu untuk memaksimalkan efisiensi tenaga kerja dalam sebuah perusahaan.

Jika dengan cara manual, mengolah data bahkan bisa lebih dari 3 hari dan memanfaatkan lebih dari 3 tenaga kerja di bidang yang sama maka sekarang dengan memanfaatkan aplikasi atau software pengolah data waktu kerja dan jumlah tenaga kerjanya bisa dipangkas.

Selain berkaitan dengan efisiensi waktu, hal tersebut juga akan berkaitan dengan kebutuhan biaya tenaga kerja yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Dengan begitu perusahaan jadi bisa lebih hemat.

Karenanya sebuah perusahaan yang ingin maju tidak boleh mengesampingkan peranan teknologi dalam keseharian bisnisnya. Mereka harus melek terhadap produk teknologi yang semakin berkembang.

Banyak contoh perusahaan yang tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan produk teknologi akhirnya harus gulung tikar. Sebagai contoh sebut saja MySpace. Nah untuk kamu yang masih belum mengenal MySpace, di sini kita akan sedikit menjelaskannya.

Jadi, sebelum Facebook, Twitter dan YouTube terkenal seperti sekarang, Amerika sudah memiliki suatu platform sosial media ternama yaitu MySpace. Sistem kerja MySpace, berbeda dengan Facebook yang mengakomodasi semua kalangan.

MySpace terbatas sebagai tempat untuk pecinta musik dan entertainment saja. Jadi MySpace mirip dengan YouTube hanya menjadi tempat para musisi mempromosikan karyanya. Berkat keterbatasan akomodasi yang disediakan oleh MySpace ini, kedudukannya berhasil dilibas secara masif dengan kehadiran Facebook, Twitter dan YouTube. Hingga akhirnya MySpace mulai ditinggalkan oleh penggunanya di tahun 2011.

Ketidakmampuan MySpace bertahan diakibatkan oleh banyak faktor. Beberapa faktornya tentu adalah kurangnya inovasi produk dan kurangnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan digital yang ada.

Di tahun itu, Facebook yang menjadi saingan MySpace mulai memprioritaskan space untuk bisnis online yang bisa diakses semua kalangan, namun hal yang sama tidak pernah dilakukan oleh MySpace. MySpace masih menjadi wadah bagi para musisi hingga akhirnya bangkrut dan ditinggalkan.

Untuk kamu para pebisnis yang tidak ingin mengalami hal yang sama dengan MySpace, kamu tentu harus bisa mulai belajar adaptif dan inovatif terhadap segala kemungkinan yang ada termasuk kaitannya dengan perkembangan produk IoT.

Masa Depan Internet of Things Untuk Perusahaan Telekomunikasi Seperti Apa?

IoT Telco

Sama halnya dengan masa depan internet of things untuk bisnis yang sangat pesat, masa depan internet of things untuk perusahaan telekomunikasi juga tak kalah pesatnya.

Di era digital yang semakin berkembang, perusahaan telekomunikasi memiliki peluang yang sangat besar untuk menciptakan berbagai macam aliran pendapatan baru dengan usahanya menjawab berbagai kebutuhan IoT dari konsumen.

Sebagai contoh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang terus menerus berusaha melakukan adaptasi dalam berbagai aspek untuk menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam. Telkom memberikan perubahan dalam kaitannya dengan strategi perusahaan, model bisnis serta produk dan layanan yang disediakan.

Kini Telkom mengembangkan tiga domain bisnis digital secara fokus yang mencakup digital connectivity, digital platform dan juga digital services. Di ranah digital connectivity, Telkom menambah jaringan komunikasi berbasis fiber optic, mengembangkan signal 5G, dan mengelola dua satelit transponder sekaligus.

Pada ranah digital  platform, Telkom melakukan upaya pembangunan data center untuk meningkatkan big data, cloud computing, cloud storage, cybersecurity dan memudahkan transaksi keuangan perusahaannya. Sementara pada ranah digital services, Telkom menyediakan layanan digitalisasi untuk berbagai macam sektor mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hiburan dan juga UMKM.

Tak hanya Telkom, ke depannya akan banyak perusahaan Telekomunikasi lain yang juga akan memanfaatkan perkembangan IoT untuk mendukung manajemen usaha, karena tanpa hal tersebut potensi gulung tikar akan semakin nyata.

Dampak Positif Internet of Things

Dampak positif internet of Things sangat banyak dan berlaku untuk berbagai macam sektor. Dampak positif IoT dalam kehidupan sehari-hari contohnya:

  • Menjadikan manusia dapat terhubung jarak jauh melalui kehadiran aplikasi sosial media WhatsApp, Instagram dan perangkat ponsel pintar atau smartphone.
  • Memberikan keamanan bagi setiap orang dimanapun berada melalui CCTV
  • Kehadiran alarm kebakaran yang bisa mendeteksi potensi terjadinya kebakaran di suatu gedung pencakar langit, pasar tradisional, atau di kawasan hutan lindung.
  • Early warning tsunami system yang memberikan peringatan bagi masyarakat di pesisir pantai terhadap potensi terjadinya tsunami.
  • Mendeteksi dengan cepat lokasi terjadinya kecelakaan pesawat untuk keperluan evakuasi, melalui platform monitoring berbasis cloud, ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast), dan teknologi satelit komunikasi.
  • Plantation Monitoring System yang mampu mengoptimalkan hasil panen di perkebunan kelapa sawit yang terbentang luas di sebagian wilayah Indonesia.
  • Dan masih banyak lagi lainnya.

Dalam kaitannya dengan industri bisnis, dampak positif dari kehadiran IoT di antaranya:

  • Meminimalisir aktivitas bekerja secara manual untuk tenaga kerja dengan hadirnya aplikasi penunjang pembukuan, teknologi robotic, dan sebagainya.
  • Memangkas kebutuhan tenaga kerja karena sistem kerja otomatis yang memanfaatkan perangkat IoT
  • Memaksimalkan laba perusahaan karena banyak sistem otomatis yang bisa dilakukan memanfaatkan perangkat IoT
  • Dan masih banyak manfaat atau dampak positif lainnya.

Di industri transportasi, perangkat IoT yang berkembang juga memberikan banyak dampak positif seperti:

  • Membantu para pengojek dan supir taksi untuk menemukan lebih banyak pelanggan tanpa harus menunggu terlalu lama melalui aplikasi transportasi online seperti gojek atau Grab.
  • Membantu para fleet manager dalam mengatur ratusan bahkan ribuan kendaraan operasional suatu perusahaan, baik kendaraan kecil maupun kendaraan besar.
  • Membantu pemilik kapal untuk dapat memantau posisi kapal mereka yang sedang berlayar di tengah laut.
  • Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Di dunia perbankan, Industri internet of Things terus berkembang memberikan berbagai macam dampak positif seperti:

  • Aktivitas transfer dan belanja yang bisa dilakukan tanpa harus ke bank
  • Setor tunai yang sudah bisa dilakukan sendiri oleh nasabah melalui ATM
  • Dan masih banyak lainnya.

Dampak Negatif Internet Of Things Apa Saja?

Selain memiliki banyak dampak positif, internet of things juga memberikan beberapa dampak negatif, di antaranya seperti:

  • Penggunaan perangkat IoT diluar jalur fungsinya sehingga berpotensi merugikan orang atau pihak lain
  • Kejahatan siber yang semakin merajalela dengan memanfaatkan celah atau kelemahan keamanan dari sistem IoT itu sendiri
  • Kesenjangan pengetahuan antara pihak yang masih memanfaatkan pola manual dan pihak yang sudah memanfaatkan perangkat atau teknologi IoT
  • Perbedaan persepsi antara pihak yang memanfaatkan pola manual dan yang sudah memanfaatkan perangkat atau teknologi IoT

Bagaimana jika seseorang tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan perangkat atau produk IoT?

tidak mampu beradaptasi dengan produk IoT

Pertanyaan semacam ini memang seringkali ditanyakan dalam berbagai kesempatan. Tentu saja dampaknya sama dengan perusahaan yang tidak bisa beradaptasi dengan kemunculan teknologi baru, yang mengakibatkan kebangkrutan.

Manusia yang tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan produk atau perangkat IoT tentunya akan tertinggal. Mereka tidak bisa hidup seperti manusia lainnya yang sudah menerima dan memanafatkan perkembangan produk atau perangkat IoT.

Sebagai contoh dalam kehidupan ketika banyak aspek sudah berubah termasuk cara belanja dan cara pemesanan produk transportasi.

Mereka yang tidak sadar dengan perkembangan IoT tentu akan berbelanja dengan mendatangi toko secara langsung. Sementara mereka yang sudah menerima produk dan perangkat IoT yang berkembang akan memanfaatkannya dengan menggunakan e-commerce untuk berbelanja. Sehingga aktivitas belanja pun bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun.

Kemudian dalam kaitannya dengan pemesanan produk transportasi. Mereka yang tidak sadar dengan cara memesan produk transportasi yang sudah bisa dilakukan di mana saja akan menunggu tukang ojek berlama-lama di pengkalan.

Sementara mereka yang sudah menggunakan layanan transportasi digital sebagai bentuk perkembangan produk dan perangkat IoT akan memesan tukang ojek melalui aplikasi. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan tukang ojek dengan mudah tanpa menunggu waktu terlalu lama. Hanya dengan sekali tap dan call, tukang ojek akan datang dan siap mengantarkan pemesan kemanapun ia mau.

Karena itu banyak hal yang sudah berkembang dan kedepannya tidak hanya apa yang sudah kami sebutkan di atas yang tersentuh perangkat IoT, akan semakin banyak sendi kehidupan lain yang berkembang seiring sejalan dengan perkembangan IoT.

Kesimpulan

Perkembangan internet of things atau IoT memberikan banyak perubahan di berbagai lini kehidupan. Perkembangannya tersebut berlangsung sangat masif dan menyentuh hampir seluruh negara di dunia.

Masa depan Internet of Things sangatlah cerah. Berbagai dampak positif bisa dirasakan, namun di sisi lain dampak negatifnya pun tak dapat ditampik. Namun dengan cara penggunaan yang baik dan benar, tidak menyalahi aturan, serta dimanfaatkan sebagaimana mestinya, semua dampak negatif yang berpotensi muncu, dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

Itulah sedikit informasi yang kami dapat sampaikan terkait masa depan internet of things. Semoga apa yang kami sampaikan terkait masa depan internet of things dapat semakin menambah informasi dan wawasan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

eighteen + 3 =