sistem monitoring pergerakan kapal laut

Monitoring Pergerakan Kapal Laut Melalui Satelit

Dukungan teknologi satelit dalam VMS menjadi jawaban dalam mengatasi berbagai problem pelayaran. Kenali karya mutakhir ini dan pertimbangkan untuk menggunakannya.

Sejak lama, aktivitas monitoring pergerakan kapal laut adalah hal yang penting. Baik dari sisi pelaut yang sedang berlayar, pemilik kapal yang menginginkan laporan pelautnya, maupun pemerintah yang memiliki berbagai kepentingan publik.

Bagaimanapun, melaut adalah kebutuhan. Lautan memiliki banyak sekali  sumber daya yang bisa manusia manfaatkan untuk kehidupannya. Terutama, berbagai jenis ikan sebagai biota laut yang menjadi salah satu makanan bergizi dan favorit manusia.

Untuk memudahkan manusia yang memiliki kepentingan dengan laut, pemanfaatan VMS sebagai  sistem pemantauan pergerakan kapal menjadi sebuah keharusan. Teknologinya akan membantu banyak hal. Kali ini, kami akan mengajak Kamu semua untuk mengenal berbagai hal seputar VMS, meliputi:

  • Pengertian dan fitur dalam VMS
  • Cara kerja VMS
  • Hubungan VMS dan illegal fishing
  • Tujuan dan manfaat monitoring pergerakan kapal laut

Apa itu Vessel Monitoring System?

apa itu VMS

Apa itu VMS Kapal? Wikipedia mencatat, Vessel Monitoring System (VMS) merupakan sistem yang biasa digunakan dalam memonitor pergerakan kapal komersial yang berlayar di laut.

Namun, definisi tersebut tampaknya terlalu umum. National Oceanic and Atmospheric Administration Fisheries, sebuah lembaga yang berada di bawah Departemen Perdagangan A.S.  memberikan definisi yang lebih spesifik.

Menurutnya, VMS bukan sekedar sistem monitor pergerakan laut. Lebih dari itu, dalam operasionalnya aktivitas monitor ini memanfaatkan teknologi satelit.

Dengan kata lain, VMS adalah sistem monitoring pergerakan kapal laut dengan bantuan satelit.

Jadi, satelit adalah komponen penting dalam proses monitoring dalam VMS.

Sebenarnya, VMS adalah bagian dari sistem MCS (Monitoring, Controlling, Surveillance) dalam pengelolaan sumber daya perikanan.

Sejak tahun 1995, FAO (Food and Agriculture Organization) selaku lembaga internasional sudah menerbitkan aturan yang mewajibkan MCS bagi anggotanya.

Nah, VMS sendiri merupakan salah satu wujud implementasi MCS yang merupakan aturan internasional.

Di Indonesia, penerapan VMS sebagai pemantau kapal sudah mulai perintisannya sejak tahun 1990-an. Sejak itu, dilakukan berbagai uji coba dan persiapan untuk dapat diinstal ke kapal laut Namun, secara resmi, penerapannya baru berjalan pada tahun 2001.

Pada awalnya, sistem Vessel System Monitoring Indonesia mendapatkan resistensi (penolakan) dari para pemilik kapal. Namun, Pemerintah RI saat itu melakukan berbagai tindakan strategis untuk membuat resistensi itu hilang, seperti dengan membantu proses instalasi perangkat, menjadikan VMS syarat berlayar, dan lainnya.

Fitur dan Benefit Penggunaan VMS

Untuk menunjang VMS, dibutuhkan beberapa komponen dan perangkat dengan masing-masing fitur yang dapat mengoperasikannya secara optimal, antara lain:

  • Transceiver/transmitter; perangkat pemancar yang memiliki fitur mengirim dan menerima sinyal. Setiap kapal yang berlayar, wajib membawa perangkat dengan fungsi ini untuk mengirim dan menerima informasi.
  • Satelit: dalam proses VMS, satelit menjadi penghubung antara kapal yang membawa transceiver dan orang yang melakukan monitoring di darat. Satelit kapal laut yang diperlukan dalam proses VMS ini adalah satelit berjenis navigasi dan komunikasi.
  • Komputer/layar/HP: perangkat yang punya fitur menampilkan data-data kapal yang berlayar. Saat ini, bermunculan berbagai aplikasi pemantauan kapal VMS, baik yang bentuknya aplikasi web maupun aplikasi mobile.
  • Land Earth Station (LES): stasiun yang memiliki fungsi menerima dan mendistribusikan data dari satelit. Stasiun ini biasanya memiliki lokasi strategis dan letaknya ada di daratan.

Setiap negara mungkin memiliki peraturan dan teknologi yang berbeda dalam sistem VMS yang mereka bangun. Begitu juga dengan perusahaan yang mengembangkan teknologi VMS, yang banyak menyematkan fitur-fitur tambahan.

Namun secara umum, komponen perangkat dengan kemampuan fitur-fitur di atas merupakan hal mendasar yang pasti dibutuhkan dalam VMS.

Keberadaan VMS ini juga memberikan sejumlah benefit. Baik bagi pemerintah yang mengelola suatu wilayah perairan tertentu, pemilik kapal, hingga pelaut itu sendiri. Lalu, apa saja apa kegunaan peralatan vessel monitoring system?

manfaat pasang VMS kapal

Secara umum, berikut jawabannya:

  • Mengetahui pergerakan kapal.
  • Menginformasikan aktivitas armada dalam kapal.
  • Meningkatkan efisiensi dalam bisnis penangkapan ikan.
  • Membantu menciptakan kondisi usaha penangkapan ikan menjadi lebih kondusif.
  • Mengabarkan kondisi keamanan kapal yang terdeteksi mengalami masalah selama dalam zona perairan.
  • Mendeteksi perilaku curang nahkoda (Benefit untuk pemilik kapal).

Berkat berbagai benefit-nya, dunia internasional tak memiliki kesulitan yang berarti untuk memahami pentingnya mengaplikasikan teknologi ini.

Cara Kerja Vessel Monitoring System

Setelah Kamu mengetahui berbagai perangkat yang dibutuhkan dalam VMS dan fiturnya, lantas bagaimana cara kerja VMS dalam memonitor pergerakan kapal laut? Ini mungkin menjadi pertanyaan lanjutan Kamu.

Biasanya, hal-hal yang canggih semacam ini, menjadi sangat sederhana jika Kamu sudah tahu cara kerjanya. Begini cara kerja VMS secara umum yang dapat kami jelaskan.

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mudah, Kamu dapat melihat ilustrasi cara kerja yang kami bagikan berikut ini!

cara kerja vessel monitoring system
  1. Untuk bisa bekerja, semua komponen yang diperlukan dalam proses VMS mesti sudah siap (Sebagaimana yang kami jelaskan di bab sebelumnya).
  2. Untuk menjalankan VMS, Setiap kapal laut yang akan dimonitor harus dibekali dulu dengan transmitter di dalamnya agar dapat terlacak. Tanpa perangkat ini, pergerakan kapal tidak akan terdeteksi.
  3. Satelit navigasi akan melacak keberadaan kapal laut dengan menangkap informasi dari transmitter. Informasi yang bisa satelit navigasi dari kapal laut dapatkan berhubungan dengan posisi, kecepatan, serta waktu.
  4. Selanjutnya, transmitter akan mengirimkan datanya ke satelit komunikasi yang sudah terhubung dalam sistem VMS. Satelit komunikasi ini lalu meneruskan informasi mengenai kapal ke Land Earth Station (LES) yang ada di darat.
  5. Informasi yang LES dapatkan akan dikirim lewat jaringan komunikasi. Baik   ke pusat pengendali privat milik negara, atau ke pengusaha/pemilik kapal melalui komunikasi publik.
  6. Terakhir, data-data monitoring dari VMS ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Baik kepentingan pemerintah maupun pemilik kapal yang mengaksesnya.

Demikianlah kurang lebih cara kerja VMS secara umum. Namun karena dalam perkembangannya teknologi VMS membawa berbagai fitur tambahan yang lebih canggih, cara kerjanya bisa jadi lebih banyak dan rumit dari cara kerja umum di atas.

Vessel Monitoring System dan Pengawasan Illegal Fishing

Salah satu isu utama yang berhubungan dengan VMS adalah illegal fishing, atau penangkapan ikan secara ilegal (tidak sah).

VMS dan illegal fishing

Dalam Permen dari Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 37 Tahun 2017, Pemerintah Republik Indonesia mendefinisikan illegal fishing sebagai ‘kegiatan perikanan yang tidak sah atau kegiatan perikanan yang dilaksanakan bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perikanan.’

Beberapa kegiatan yang termasuk dalam illegal fishing antara lain:

  • Masuknya kapal ikan asing ke wilayah perairan lokal (negara).
  • Penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam proses penangkapan ikan yang mengancam kelestarian kehidupan laut.
  • Pemanfaatan pulau-pulau kecil tanpa izin dan merusak lingkungan.
  • Pencemaran air.

Sejak lama, kerugian yang Indonesia dapatkan dari praktik illegal fishing ini cukup besar.

Data dari Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan RI mencatat, sepanjang 2021 mereka menangkap 167 kapal ikan. Jumlah 114 terdiri dari kapal lokal yang melanggar ketentuan dan 53 dari kapal ikan asing yang masuk ke zona perairan Indonesia.

Namun, angka tersebut secara umum relatif baik, mengingat secara keseluruhan tingkat kepatuhan kapal ikan di Indonesia pada tahun 2021 mencapai lebih dari 90%.

VMS kapal perikanan memiliki peran penting dalam memberantas illegal fishing. Sistem ini membantu negara untuk mengawasi dan menindak setiap kapal yang terindikasi melakukan pelanggaran di zona perairan dalam negeri. Apalagi, Indonesia termasuk negara maritim yang memiliki lautan luas.

Untuk menunjukan keseriusannya dalam menerapkan VMS, sejak lama Indonesia sudah menerbitkan berbagai peraturan yang menjadi dasar hukum VMS.

Salah satu aturan pentingnya, mewajibkan kapal laut dengan ukuran lebih dari 30 GT untuk membawa dan mengaktifkan transmitter-nya saat melaut. Aturan tersebut termuat dari Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2008.

Aturan kewajiban tersebut menjadi bukti yang menunjukan bahwa pemerintah menganggap bahwa VMS ini memang sangat penting dan bermanfaat. Kamu bisa mempelajari lebih dalam berbagai aturan lainnya secara lebih detail untuk melihat keseriusan pemerintah.

Tujuan Monitoring Pergerakan Kapal Laut

Sebagaimana sudah kami singgung, VMS adalah sistem yang mendukung MCS (Monitoring, Controlling, Surveillance) di wilayah perairan. 188 negara yang tergabung dalam FAO, wajib untuk melakukan aktivitas monitoring terhadap setiap kapal yang ada di daerahnya.

Hal tersebut tentunya memiliki sejumlah tujuan tertentu. Bukan semata-mata untuk kepentingan FAO, tapi secara lebih luas tujuannya berpusat pada kebaikan negara yang mengimplementasikannya.

Sejumlah tujuan tersebut antara lain:

1. Memudahkan Pemerintah Membuat Peraturan

pengecekan kapal laut dengan VMS

Kegiatan monitoring atau pengecekan pergerakan kapal laut dengan VMS  dapat memberikan input berupa data dan fakta. Termasuk, seputar masalah yang mungkin terjadi di wilayah perairan negara.

Pemerintah tentunya dapat menjadikan berbagai masalah tersebut sebagai dasar penyusunan aturan agar semakin sempurna dan menyeluruh dari waktu ke waktu.

Faktanya, di Indonesia aturan yang berhubungan dengan monitoring kapal ini sudah lama ada, tapi terus ada pembaharuan. Belum lama ini, pada tahun 2021, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menerbitkan Permen  tentang ‘Standar Laik Operasi dan Sistem Keamanan Kapal Perikanan.’

2. Memudahkan Pemerintah Mengatur Pergerakan Kapal

Monitoring Pergerakan Kapal Laut

Sama seperti lalu lintas darat, lalu lintas laut juga perlu diatur agar tertib dan terhindar dari berbagai resiko buruk yang mungkin terjadi.

Indonesia juga memiliki sejumlah aturan yang mengatur pergerakan kapal dari sejak lepas dari pelabuhan, beredar di laut, hingga menepi. Keberadaan sistem monitoring seperti VMS, dapat membantu pemerintah mengimplementasikan aturan yang ada dalam tataran yang teknis.

3. Memudahkan Penegakkan Hukum Kapal yang Melanggar Batas Wilayah

Penegakkan Hukum Kapal

Setiap negara memiliki zona perairan sendiri. Termasuk, Indonesia. Dengan batas yang sudah ditetapkan dan disepakati secara internasional, tidak sembarang kapal asing bisa masuk dengan mudah ke perairan Indonesia.

Dengan bantuan alat monitoring, pemerintah dapat mengetahui kapal asing yang masuk zonanya tanpa izin. Bahkan, data monitoring ini juga dapat menjadi dasar hukum bagi pemerintah untuk memberikan tindakan terhadap kapal asing.  Tentu saja, ketegasan penindakan ini berpengaruh pada wibawa negara di mata dunia.

4. Memudahkan Identifikasi Kapal yang Dicurigai Bertindak Ilegal

Memudahkan Identifikasi Kapal

Sebagaimana diketahui, tindakan ilegal seperti illegal fishing bisa menghasilkan kerugian yang tidak sedikit. Pada tahun 2021, Indonesia berhasil menindak kapal yang melakukan tindakan ilegal dengan potensi penyelamatan kerugian lebih dari 1 triliun.

Gerak-gerik kapal yang mencurigakan di laut, dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu. Baik sebagai langkah preventif maupun kuratif.

5. Memudahkan Proses Mitigasi Terhadap Risiko di Perairan

Aktivitas monitoring pergerakan kapal

Aktivitas monitoring pergerakan kapal juga berguna untuk melakukan langkah-langkah mitigasi ketika ada potensi bahaya di lautan. Misalnya, ketika akan ada badai, gelombang tinggi, tsunami, dan sejenisnya.

Pemerintah bisa memberikan warning bagi kapal-kapal yang berlayar di area-area yang memiliki tingkat kerawanan dari hasil pengamatan cuaca. Tentu saja, hal semacam ini dapat meminimalisir resiko, bahkan bisa menghilangkan resiko secara total.

6. Memudahkan Penelusuran saat Terjadi Kecelakaan

VMS kapal merekam histori perjalanan

Kecelakaan yang terjadi di lautan, kerap kali menyisakan tanya mengenai sebab terjadinya. Penggunaan sistem monitoring yang dilakukan pemerintah, dapat memberikan bantuan untuk melakukan penelusuran.

Sistem VMS dapat merekam histori perjalanan kapal yang mengalami kecelakaan. Maka apabila kapal tiba-tiba hilang kontak karena kecelakaan, pemerintah dapat melakukan penelusuran untuk menganalisis keberadaan kapal. Selanjutnya, pemerintah dapat mencari voyage data recorder untuk memastikan penyebabnya.

7. Memberikan Citra Positif dalam Hubungan Internasional

Memberikan Citra Positif dalam Hubungan Internasional

Sebagaimana sudah kami singgung, melakukan monitoring ini adalah bagian dari ketundukan terhadap peraturan internasional. Maka, ketika pemerintah memberikan perhatian yang baik terhadap pemantauan kegiatan kapal di zona perairannya, itu adalah bentuk ketundukan terhadap peraturan internasional.

Faktanya, pemerintah Indonesia sudah melakukan hal ini. Salah satu bentuknya, pada 2017 Indonesia secara resmi menjadi negara pertama yang mengikuti Global Fishing Watch. Ini merupakan platform berbagi data  VMS secara global hasil kolaborasi dari Google, Oceana, serta SkyTruth.

8. Membangun Sistem Penangkapan Ikan yang Berkelanjutan

membangun sistem monitoring pergerakan kapal laut

Ketika pemerintah melakukan monitor dan dapat menindak para pelaku illegal fishing, itu artinya pemerintah juga sedang menjaga masa depan perairan. Kini, berkat sistem monitoring VMS, pemerintah lebih mudah untuk menangkap pelaut yang bermasalah.

Untuk membuat biota laut tetap hidup berkelanjutan, perilaku ilegal fishing di lautan memang harus pemerintah sanksi dengan tegas.

Manfaat Memonitor Kapal Laut bagi Pemilik Kapal

Bukan hanya strategis bagi pemerintah, memonitor pergerakan kapal laut juga bisa memberikan banyak manfaat bagi pengusaha. Khususnya, yang bergerak dalam bisnis penangkapan ikan.

Faktanya, kini data hasil monitoring kapal seperti lewat VMS bukan hanya dapat diakses pemerintah. Publik, termasuk pengusaha juga memungkinkan untuk melakukannya secara langsung terhadap kapal laut yang ada dalam pengelolaannya.

kegunaan VMS kapal

Jadi, apa kegunaan VMS kapal bagi pengusaha? Berikut ini uraiannya!

1. Memberikan Rasa Aman

Dengan memantau aktivitas kapal lewat VMS, pemilik kapal dapat mengetahui letak koordinat kapal berada secara real-time dengan akurasi yang baik. VMS memungkinkan penyajian data koordinat bagi latitude (garis lintang) maupun longitude (garis bujur).

Jadi, tak perlu khawatir awak kapal melakukan tindakan yang merugikan seperti membawa pergi kapal, kabur, dan sebagainya.

2. Monitoring Kecepatan Kapal saat Berlayar

Teknologi VMS bukan hanya menyajikan data lokasi, tapi juga kecepatan kapal saat bergerak. Pemilik kapal akan mengetahui perkembangan kecepatannya dari titik ke titik lain.

Data ini juga sebenarnya bermanfaat. Misalnya saat kapal yang tadinya bergerak dengan kecepatan konstan tiba-tiba melambat, pemilik kapal dapat menduga kejadian yang terjadi pada kapal lalu menghubungi awak kapal. Selanjutnya, jika ada problem, pemilik kapal dapat melakukan langkah penyelesaiannya.

3. Memudahkan Pelaporan History Perjalanan Kapal

Sistem monitor pada kapal laut sekarang juga umumnya dibekali dengan fitur tracking yang dapat menyajikan laporan secara lengkap. Bahkan, untuk setiap koordinat yang kapal lalui.

Jadi, pemilik kapal dapat memperoleh informasi mengenai jejak kapal yang ia miliki secara detail. Pemilik kapal akan mengetahui pola jalur pelayaran yang kapalnya lalui ketika menangkap ikan di lautan.

4. Mengetahui Laporan Cuaca di Sekitar Kapal

Cuaca adalah faktor penting dalam proses pelayaran. Maka, kini sistem monitoring kapal umumnya dapat sekaligus mengirimkan weather report di sekitar kapal laut yang berlayar.

Jika cuaca buruk, pemilik kapal dan awak kapal dapat berkomunikasi untuk menentukan langkah-langkah menyikapi kondisi cuaca yang terjadi. Termasuk, langkah pencegahan atau pengurangan resiko terhadap hal-hal yang buruk.

5. Melakukan Pembatasan Daerah Pelayaran

Sejumlah layanan VMS kekinian juga memiliki fitur geofence. Fitur ini memungkinkan pemilik kapal membuat batas-batas virtual untuk area geografis sebenarnya.

Dengan demikian, awak kapal yang sedang melaut dapat lebih mudah pemilik kapal arahkan dalam proses pelayarannya. Hal ini sangat penting bagi pemilik kapal karena membantu awaknya tunduk terhadap SOP baku seputar jalur pelayaran.

6. Memutar Ulang Data Perjalanan Kapal

Data monitoring dan tracking yang sistem VMS sajikan umumnya memiliki fitur playback sesuai waktu yang pemilik kapal inginkan.

Data-data semacam ini mungkin berguna karena bisa pemilik kapal pelajari. Misalnya menemukan titik perjalanan yang paling banyak menghasilkan tangkapan ikan, titik yang rentan terhadap resiko kecelakaan, dan lainnya. 

7. Mendapatkan Laporan Peristiwa Penting

Perangkat VMS yang awak kapal bawa untuk melaut juga biasanya membawa fitur komunikasi perpesanan seperti SMS. Hal ini penting untuk melengkapi data dari satelit. Kadang kala, pemilik kapal membutuhkan kepastian informasi dari awaknya secara langsung mengenai apa yang terjadi.

Sebelum berlayar, pemilik kapal dapat membuat SOP tertentu bagi awak yang berlayar untuk mengirimkan informasi-informasi yang pemilik kehendaki.

8. Memberikan Tanda Darurat

Satu lagi fitur tambahan yang umumnya ada dalam perangkat VMS adalah tombol SOS atau Save Our Ship. SOS merupakan sinyal yang dunia internasional pahami sebagai informasi instan dan singkat untuk tanda darurat.

Ketika pemilik kapal mendapatkan sinyal SOS, ia mungkin dapat melakukan tindakan tertentu untuk mengirim bala bantuan sesegera mungkin.

9. Memenuhi Syarat Perizinan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Untuk bisa dengan aman menangkap ikan di perairan Indonesia, pemilik kapal wajib memenuhi segala ketentuan yang ada. Salah satunya, kewajiban memasang transmitter sebagai perangkat bagian dari VMS untuk kapal laut ukuran 30 GT.

Jadi, memonitor kapal laut bukan semata-mata kegiatan monitoring, namun juga bentuk ketundukan terhadap hukum yang berlaku. Dengan syarat yang terpenuhi secara menyeluruh, kapal yang berlayar dapat terhindar dari risiko menjadi kapal ilegal yang tidak boleh berlayar.

Infografis dan Kesimpulan

Infografis vessel monitoring system

Dari uraian yang cukup panjang di atasnya, setidaknya ada beberapa poin kesimpulan yang penting untuk Kamu catat.

  • VMS adalah kebutuhan penting bagi pemerintah maupun pengusaha di bidang perikanan.
  • Penggunaan VMS bukan hanya bagian dari ketundukan terhadap aturan pemerintah Indonesia, namun juga aturan internasional.
  • Cara kerja VMS melibatkan sejumlah komponen (Bukan teknologi yang hanya menggunakan perangkat tunggal).
  • VMS memiliki hubungan erat dengan illegal fishing, karena membantu mencegah dan menindak pelakunya.
  • Monitoring kapal dapat membantu pemerintah dalam menciptakan kondisi maritim yang sesuai dengan target dan tujuannya.
  • Monitoring kapal juga penting untuk pengusaha pemilik kapal dan memiliki sejumlah manfaat.

Demikianlah penjelasan kami seputar monitoring pergerakan kapal laut. Setelah membaca ini, Kamu tentunya tak ada lagi yang memandang kegiatan dan teknologi yang menunjang monitoring kapal laut adalah perkara remeh. Benar, kan?

Leave a Comment

Your email address will not be published.

19 − 2 =