satelit navigasi

Apa itu Satelit Navigasi? Kenali Lebih Dalam Yuk!

Kita mungkin sering mendengar bahwa bumi ini dikelilingi oleh dua jenis satelit, yang pertama adalah satelit alami dan yang kedua kedua adalah satelit buatan. Kita semua tahu, bahwa satelit alami bumi adalah bulan. Tapi tahukah kamu bahwa satelit buatan juga mengorbit layaknya satelit alami dengan berbagai macam tujuan? Apakah kamu pernah mendengar salah satu satelit buatan bernama satelit navigasi?

Yaps, banyak orang yang belum mengetahui satelit navigasi dan bagaimana cara kerjanya. Selama ini kita lebih mengenalnya dengan istilah GPS sebagai satelit yang banyak digunakan seseorang untuk kebutuhan navigasi.

Mengapa seseorang lebih familiar dengan istilah GPS? Hal itu dikarenakan satelit navigasi pertama yang mengorbit di bumi adalah satelit GPS, satelit tersebut pertama kali diluncurkan oleh Negara Amerika Serikat.

Sehingga masyarakat dunia, khususnya di Indonesia lebih familiar dengan istilah GPS. Jadi jelas ya bahwa GPS adalah salah satu nama dari satelit buatan manusia, yang pada prosesnya membutuhkan roket untuk menuju orbit di angkasa.

Berkat adanya satelit navigasi juga memicu pengembangan sebuah aplikasi seperti Google Maps, Gojek, Waze dan aplikasi lainnya.

Teknologi satelit navigasi memang sangat ajaib, teknologi ini bisa diibaratkan sebagai mata yang bisa melihat posisi kita yang ada di bumi dari angkasa dengan sangat akurat. Jadi, apakah satelit navigasi bisa disebut kumpulan maps yang memproyeksikan bumi dari data yang sesungguhnya?

Nah, dari pada kita hanya mengira-ngira saja dari cara satelit navigasi dimanfaatkan. Lebih baik, kita langsung mencari tahu definisi yang benar tentang satelit navigasi tersebut melalui beberapa pembahasan berikut ini:

Tentang Satelit Navigasi

Satelit navigasi atau bisa disingkat menjadi satnav adalah sistem satelit konstelasi yang menentukan posisi global secara otomatis untuk beragam keperluan navigasi. Dengan adanya satnav, perangkat elektronik yang di dalamnya terdapat receiver GPS bisa menentukan posisi mereka dari mulai koordinat garis bujur dan garis lintang, dan di beberapa perangkat elektronik bisa mengukur altitude (ketinggian).

Pada dasarnya, sistem navigasi menggunakan satelit dengan cara memancarkan sinyal radio dari perangkat yang terpancar ke satelit yang berada di luar atmosfer bumi kita. Dan nantinya, satelit akan memantulkan sinyal tersebut.

Nah sinyal yang terpantul ini akan kembali ke perangkat dan nantinya akan menerjemahkan informasi koordinat posisi ke sebuah aset. Sistem seperti ini akan sangat berguna untuk beragam keperluan navigasi dan juga untuk kebutuhan pelacakan.

Agar proses pelacakan bisa terjadi, aset yang ingin dilakukan pelacakan terlebih dahulu harus sudah terpasang alat bernama transmitter satelit, yang memiliki tugas untuk mengirimkan sinyal ke satelit, sehingga titik koordinat posisi bisa dilacak.

Tidak hanya bermanfaat untuk pelacakan dan juga navigasi, satelit navigasi juga bisa mengirimkan sinyal elektronik untuk mendapatkan informasi tambahan dalam menghitung zona waktu sehingga menjadi lebih presisi.

Sehingga lahirlah 3 fungsi utama dari sebuah satelit navigasi bernama Positioning, Navigation dan Timing. Sering disingkat dengan PNT dan memang ini adalah fungsi utama dari satelit navigasi. Jadi intinya, satelit ini diterbangkan ke luar atmosfer bumi untuk memantulkan sinyal radio beserta dengan informasi seperti koordinat lintang dan juga bujur.

Selanjutnya perangkat seperti GPS akan menerima informasi tersebut berupa sinyal radio, sehingga bisa dengan mudah menentukan posisi aset di bumi dengan lebih presisi.

Jelas ya, bahwa adanya maps yang terdapat pada aplikasi Google Maps, Gojek, dan aplikasi lainnya, itu hanya hasil dari pemanfaatan satelit navigasi.

Sejarah Awal Mula Adanya Satelit Navigasi

Sebelum melanjutkan pembahasan mengenai fungsi satelit navigasi dan lain sebagainya, kita akan memiliki sebentar mengenai sejarah awal adanya satelit navigasi. Di dalam sejarahnya, sistem radio darat adalah salah satu sistem yang sudah tua.

Sistem tersebut telah banyak digunakan di berbagai keperluan navigasi, terutama untuk kebutuhan militer. Sistem The Decca, Loran, Gee dan Omega System adalah pondasi awal adanya sistem navigasi darat.

Transmitter digunakan untuk gelombang radio panjang yang nantinya akan terus mengirimkan sinyal radio elektrik yang disebut sebagai lokasi master. Selanjutnya diikuti oleh sinyal radio yang berulang dan seringkali disebut dengan istilah slave.

Jeda yang akan diterima sinyal master maupun sinyal slave ini, nantinya akan diterima oleh receiver dan informasi tersebut nantinya akan diolah menjadi jarak gelombang radio yang berjalan.

Sistem navigasi satelit yang pertama bernama Transit, sering di kenal dengan NNSS (The Navy Navigation Satellite System), sebuah sistem satnav yang di luncurkan oleh militer Amerika Serikat pada tahun 1960. Operasi transit ini berbasis pada efek doppler. Efek doppler ini adalah efek dimana satelit akan terbang melalui orbit yang sudah ditentukan pasti, jam yang sudah di setting, serta frekuensi radio yang sudah pasti.

Nah dengan mengukur pergeseran frekuensinya, penerima sinyal nantinya bisa mengkalkulasi lokasi satelit tersebut mulai dari mana lokasinya, dan melihat apakah satelit tersebut sedang berada di satelit lainnya atau tidak.

Sistem efek doppler inilah yang menjadi basis pertama sebagai operasi dasar dari sebuah satelit navigasi modern nantinya, keren bukan? Seiring berjalannya waktu, di tahun 1970 – 1973 Harold L Jury salah satu tim Pan American Aerospace Division yang berasal dari Florida membuat sebuah kalkulasi yang membenarkan adanya berbagai error yang dialami satelit.

Eror tersebut disebabkan oleh sebuah gelombang pantulan radio, adanya perubahan medan gravitasi dan fenomena lainnya yang menyebabkan satelit tersebut eror. Harold bersama timnya melakukan perhitungan data, estimasi dan analisis error yang sistematis serta membuat sistem navigasi satelit menjadi lebih akurat.

Saat ini sistem satelit navigasi jauh lebih canggih dan mutakhir dibandingkan dulu, bahkan pengoperasiannya juga jauh lebih mudah. Satelit navigasi tersebut nantinya akan mengirimkan data yang berisikan data orbit dari satelit tersebut.

Dari data tersebut nantinya bisa dikalkulasikan tentang lokasi pasti sebuah satelit tersebut, lengkap dengan waktu yang tepat ketika pengiriman sinyal itu dilakukan. Sistem yang digunakan satelit navigasi menggunakan sistem jam atomik dimana sistem ini bisa terintegrasi dengan ratusan, bahkan ribuan satelit yang tersebar dari seluruh dunia. Sehingga sinyal yang dihasilkan juga sama akuratnya dan presisi dalam memberikan detail lokasi kamu.

Setelah penerima sinyal GPS berhasil menerima beragam jenis data dari satelit navigasi, nantinya penerima akan melakukan sortir dan mengkalkulasikan semua data dari mulai data informasi satelit, data satelit yang berbeda dan waktu sinyal yang dikirimkan.

Nah dari data tersebut yang berhasil dikumpulkan, nantinya penerima sinyal akan menentukan lokasi yang ditampilkan berdasarkan koordinat di garis lintang utara dan juga lintang selatan.

Jika kamu menggunakan aplikasi, maka lokasi kamu dan yang ada di sekeliling kamu akan dipetakan dengan sangat mudah. Pemetaan pada era modern saat ini akan memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan sistem satelit navigasi tersebut.

Fungsi Utama Satelit Navigasi

Setelah kamu tahu apa itu satelit navigasi dan bagaimana awal mula satelit navigasi tercipta, sekarang kita tilik beberapa fungsi utama satelit navigasi. Jika kamu membaca postingan ini sampai selesai, tadi kita sudah membahas 3 fungsi utama yang disinggung pada pembahasan tentang satelit navigasi.

Yaps, 3 fungsi utama itu disingkat dengan PNT atau kepanjangan dari Positioning, Navigation And Timing. Apa itu? Kita jabarkan ya. Pertama positioning adalah fungsi ponpoint atau lebih mudahnya adalah penentuan lokasi permukaan di bumi, sedangkan navigation adalah fungsi navigasi dalam menentukan rute, pemetaan dan juga lokasi.

Dan untuk timing adalah pengaturan zona waktu, baik setelah kamu mengetahui definisi masing – masing fungsi utamanya kita akan jelaskan cara kerja fungsi tersebut. Pembahasan dimulai dari positioning, berdasarkan hal ini satelit memiliki fungsi sebagai pemberi lokasi di sebuah titik di bumi.

Penentuan lokasi tersebut biasanya akan ditandai dengan beberapa derajat garis bujur dan juga garis lintang bumi. Fungsi dari positioning ini memberikan kita sebuah locator yang nantinya kamu bisa mengetahui lokasi kamu dimanapun dan kapanpun.

Sedangkan untung fungsi navigation, merupakan sebuah fungsi kinerja satelit navigasi yang merupakan salah satu fungsi utama yang penting. Pada dasarnya fitur yang satu ini bertugas untuk menentukan lokasi, pembuatan rute dan membaca arah.

Jika kamu memanfaatkan satelit navigasi, maka kamu bisa mengetahui lokasi secara pasti dan bisa mendapatkan arah yang permanen dan juga pasti. Kita ketahui bersama, bahwa di belahan bumi lainnya ada zona waktu yang telah memisahkan setiap negara.

Zona waktu tersebut merupakan perbedaan waktu yang terjadi di berbagai negara, misalnya saja Tokyo sedang berada di jam 5 sore, maka di New York akan berada di jam 4 pagi. Nah perbedaan zona waktu ini terjadi karena bumi ini berbentuk bulat, sehingga adanya perbedaan siang dan malam.

Jadi intinya, satelit navigasi bisa memberikan informasi yang cukup akurat tentang zona waktu dan tidak hanya itu, satelit navigasi juga bisa memberikan informasi presisi setiap saat. Sehingga dinamakan dengan fungsi timing, karena bisa memberikan informasi yang akurat tentang perubahan dan juga pengaturan zona waktu.

Cara Kerja Satelit Navigasi

Ada sebuah asumsi yang beredar di masyarakat, dimana masyarakat memahaminya kurang tepat tentang satelit GPS. Masyarakat kebanyakan memahami bahwa satelit GPS memiliki fungsi sebagai pemantul sinyal dan ponsel kitalah yang bisa memancarkan sinyal GPS.

Asumsi tersebut keliru dan pada postingan ini kami akan mencoba meluruskannya. Ponsel yang kamu gunakan saat ini berfungsi sebagai penerima sinyal dan satelit yang mengirimkan sinyal ke ponsel kamu.

Baik, agar mudah dipahami berikut kami jelaskan cara kerja satelit navigasi:

Pertama, sistem satelit sebenarnya memerlukan  jumlah satelit antara 20 – 30 satelit agar bisa berfungsi dengan baik. Nah ke-30 satelit tersebut nantinya akan mengorbit bumi dengan kecepatan, ketinggian dan lokasi yang berbeda. Dan semua satelit memiliki jam konstan yang akan di set untuk tetap sama persis.

Kedua, Satelit juga nantinya akan secara konstan mengirimkan sinyal radio elektrik dan sinyal ini berisikan informasi tentang lokasi satelit dari bumi. Lokasi tersebut detail dari mulai dimana dan ketinggian berapa ketika itu.

Ketiga, satelit adalah pemberi sinyal misalnya saja ponsel kamu saat ini mendapatkan sinyal dari beragam satelit navigasi dan perangkat tersebut akan menerima sinyal yang berbeda.

Keempat, selanjutnya perangkat akan menerjemahkan informasi menjadi lokasi yang lebih akurat dan keakuratannya tergantung pada sinyal yang diterima, seperti jauh tidaknya lokasi dengan satelit dan berapa banyak sinyal satelit yang telah masuk ke transmitter.

Kelima, informasi yang bisa dilihat di GPS berupa garis bujur dan juga garis lintang serta koordinat yang pasti dimana lokasi kamu berada.

Agar bisa memudahkan menggunakan sistem navigasi, sekarang ini telah banyak developer yang membuat aplikasi peta online yang dapat memberikan manfaat kepada kehidupan kamu saat ini.

Sehingga ponsel kamu sekarang bisa memberikan pemetaan secara realtime, akurat dimanapun dan juga kapanpun. Aplikasi yang paling populer saat ini sering terinstal di ponsel adalah Google Maps dan Waze.

Hubungan Antara GPS dengan Satelit Navigasi

Mungkin sebagian dari kamu mempertanyakan, mengapa GPS dan satelit navigasi bisa berhubungan? Kami akan menekankan pada kamu, bahwa ketika kita berbicara mengenai satelit navigasi, maka tidak akan lepas dari GPS.

Teknologi GPS ini sudah bisa kamu akses dimanapun dan kapanpun ketika kamu menggunakan ponsel kamu saat ini. Sistem GPS ini awal mulanya dikembangkan oleh departemen pertahanan Amerika Serikat.

GPS sampai saat ini dimanfaatkan untuk sistem navigasi yang memanfaatkan kecanggihan dari satelit navigasi untuk menentukan posisi yang akurat. Kemampuan GPS dalam menentukan suatu lokasi di bumi memang sudah terbukti sangat akurat, dimana GPS akan menggabungkan acuan sistem navigasi, timing dan juga ranging.

Dengan begitu bisa digunakan untuk mengukur jarak menjadi lebih akurat, terlebih dalam menentukan poin dan keakurasian sampai beberapa meter. Awal mulanya, GPS dikembangkan untuk kepentingan militer dalam melakukan pemetaan.

Akan tetapi, waktu berjalan teknologi ini dimanfaatkan semakin terbuka untuk warga sipil dan sampai sekarang menjadi sistem yang bisa diakses siapapun dan dimanapun. Keunggulan dari teknologi GPS ini adalah bisa memberikan kamu informasi tentang lokasi, arah, dan kecepatan dengan waktu yang akurat dan tidak tergantung pada cuaca.

Contoh Aplikasi Pemetaan yang Memanfaatkan Satelit Navigasi

Saat era digital saat ini semakin berkembang dan teknologi satelit navigasi juga ikut berkembang, akibatnya muncul beragam aplikasi yang memanfaatkan satelit navigasi. Sebagian aplikasi tersebut memang digunakan untuk tujuan navigasi dari mulai memberitahukan posisi dan juga pemetaan.

Berkat adanya perkembangan aplikasi tersebut, sekarang menjadi jauh lebih mudah dalam menggunakan teknologi satelit navigasi melalui layar ponsel. Lantas, aplikasi yang seperti apa yang menggunakan satelit navigasi tersebut? Mari kita cek satu-satu di bawah ini!

Google Maps

Mungkin hampir semua orang yang memiliki gadget telah mengenal aplikasi yang satu ini. Google Maps menjadi salah satu aplikasi yang populer di dunia dengan fitur yang cukup lengkap. Aplikasi ini menyediakan API bagi para pengembang perangkat lunak untuk mengembangkan berbagai aplikasi lain yang berjalan di atas aplikasi Google maps

Kamu bisa mendapatkan beragam informasi lokasi yang hampir selalu akurat, karena memang pihak Google selalu melakukan update kapanpun dan dimanapun. Di dalam Google Maps, kamu juga dapat menemukan fitur bernama street view, fitur tersebut akan membantu kamu untuk melihat lokasi yang ditunjuk secara langsung oleh aplikasi Google Maps.

Penggunaan street view ini dihubungkan dengan sebuah pemetaan real-time yang menggunakan mobil untuk pemetaan dari Google dan diintegrasikan dengan sistem navigasi Google Maps. Sehingga kamu bisa memanfaatkan fitur tersebut untuk melihat langsung kondisi jalan yang kamu pilih.

Tentu saja ini adalah fitur yang sangat menarik bukan? Tidak hanya itu saja, Google Maps juga bisa menunjukkan arah secara langsung dari mulai rute dan lainnya. Semuanya lengkap, hal itu bisa dilakukan Google Maps karena memanfaatkan satelit navigation untuk menunjukkan arah, lokasi dan rute yang dituju.

Geo Tracker

Berikutnya adalah aplikasi Geo Tracker, aplikasi ini cukup sederhana. Bisa dibilang salah satu aplikasi paling sederhana yang memanfaatkan teknologi satelit navigasi dalam menentukan lokasi. Fitur di dalamnya cukup lengkap dalam menyediakan peta.

Fitur tersebut dimulai dari peta jalan raya, kota kecil, kota besar sampai peta pedesaan yang terbilang terpencil. Namun yang menurut kami menarik dari Geo Tracker ini adalah fitur dalam merekam jejak rute yang sebelumnya kamu lewati.

Polaris GPS Navigation

Aplikasi selanjutnya adalah polaris GPS navigation, yaps kamu mungkin jarang mendengar nama aplikasi ini. Karena memang saat ini yang populer di dunia adalah aplikasi dari Google yaitu Google Maps.

Banyak orang yang mengira bahwa aplikasi peta hanya Google Maps saja, nyatanya ada aplikasi lain. Dan fakta menariknya, aplikasi bernama polaris GPS navigation adalah salah satu aplikasi dengan all in one fitur.

Fitur yang ada di dalamnya cukup lengkap dari mulai Google Maps, Cycle route, OpenStreetMaps dan lain sebagainya. Aplikasi ini bisa kamu dapatkan dengan mudah melalui Google Playstore, kamu bisa menggunakannya untuk kebutuhan navigasi secara gratis.

Karta GPS – Offline Navigation

Selanjutnya adalah aplikasi Karta GPS, salah satu keunggulan dari aplikasi ini, kamu menggunakannya tidak perlu koneksi internet. Yaps itu adalah salah satu fitur utama dari Karta GPS – Offline navigation.

Hal itu sesuai dengan namanya, dimana kamu tidak memerlukan internet untuk menggunakan beragam fitur yang ada di dalamnya. Kamu hanya cukup online ketika melakukan download data peta dan aplikasi.

Selanjutnya, kamu tidak perlu terkoneksi ke internet, aplikasi ini tentu saja akan sangat berguna untuk mobilitas kamu sehari-hari.

Pengembangan Aplikasi Pemetaan

Dengan lahirnya berbagai aplikasi pemetaan di atas, serta ketersediaan API untuk pengembangan yang lebih advance, saat ini aplikasi pemetaan dapat dikembangkan untuk kebutuhan pemantauan dan pelacakan. Pengembangan aplikasi ini sangat berguna bagi perkembangan industry transportasi yang sangat mengandalkan peta dalam operasionalnya. Berikut ini contohnya:

Go-Jek dan Grab

Masyarakat Indonesia di kota besar pada umumnya telah mengenal kedua aplikasi ini. Go-Jek dan Grab berhasil mengambil hati masyarakat untuk menggunakan aplikasinya dalam menyederhanakan proses pemesanan kendaraan transportasi seperti Ojek dan Taksi.

Go-Jek dan Grab mengandalkan fitur pemantauan, pelacakan, dan perkiraan waktu sampai dan tiba untuk memanjakan masyarakat agar terus menggunakan aplikasinya. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, pemesan dapat mengetahui dimana lokasi driver yang akan menjemputnya, kapan tiba di lokasi pick-up, jarak yang akan di tempuh, dan perkiraan waktu sampai tujuan.

Semua fitur mewah yang terdapat pada aplikasi Go-Jek dan Grab, merupakan hasil dari pengembangan aplikasi yang berjalan di atas aplikasi pemetaan.

Fleet Management System

Bagi perusahaan atau organisasi yang mengoperasikan banyak kendaraan dalam operasionalnya, membutuhkan sebuah sistem yang dapat memantau dan melacak kendaraan mereka. Contohnya saja perusahaan pengiriman barang, logistik, taksi konvensional, dll.

Aplikasi Fleet Management System menjadi solusi bagi mereka dalam memantau kemana saja kendaraan mereka beroperasi, berapa kecepatan rata-ratanya dan jarak tempuhnya, serta melacak history perjalanan kendaraan. Hal ini perlu di lakukan untuk memastikan jadwal pemeliharaan kendaraan yang tepat waktu, guna menunjang kinerja kendaraan yang maksimal dalam menjalankan operasi.

Lagi-lagi, aplikasi ini sangat mengandalkan satelit navigasi guna memantau perjalanan kendaraan yang data koordinat posisinya secara langsung terkirim ke sebuah cloud-server. Kemudian data tersebut di tampilkan dalam sebuah software fleet management system untuk kepentingan analisa dalam mengambil barbagai macam keputusan strategis.

Contoh Satelit Navigasi dari Berbagai Negara

Tahukah kamu bahwa sampai saat ini sudah ada ratusan satelit navigasi yang diluncurkan ke luar angkasa dari bumi oleh umat manusia. Kami telah mendapatkan beberapa negara yang telah meluncurkan satelit navigasi ke luar angkasa, apa saja? Mari simak pembahasannya di bawah ini:

GLONASS oleh Russia

Rusia meluncurkan sistem satelit navigasi pertama mereka di tahun 1982. Nama satelitnya adalah GLONASS, yang merupakan akronim dari “Global’naya Navigastionnaya Sputnikovaya Sistema”, bisa di artikan juga dengan global navigation satellite system.

Satelit ini menyediakan sistem navigasi radio sipil yang telah digunakan oleh departemen pertahanan Aerospace Russia. Satelit ini telah dioperasikan dari tahun 1982 dan tersedia untuk internasional di tahun 1995 dan totalnya saat ini sudah memiliki 24 satelit.

Frekuensi yang dipancarkan oleh GLONASS meliputi L1 (1598,0625-1605,375 MHz), L2 (1242.9375-1248.625 MHz), dan L3 (1202,025 MHz)

GPS Oleh Amerika Serikat

Mungkin ini adalah satelit navigasi yang paling familiar di telinga kamu. Satelit GPS pertama kali diluncurkan pada tahun 1978 oleh departemen pertahanan Amerika Serikat dan sudah bisa digunakan secara global di tahun 1994. GPS adalah sistem satelit navigasi yang paling besar dan paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Tidak hanya sebagai sistem terbesar dan paling banyak digunakan, GPS merupakan sistem satelit navigasi yang paling tua dan mempelopori teknologi pemetaan digital.

Sampai saat ini, satelit navigasi telah banyak membantu manusia dalam mengembangkan beragam teknologi, dari mulai teknologi peta digital sampai dengan teknologi kapal ulang alik yang telah berhasil membawa manusia ke bulan.

Satelit GPS sampai saat ini telah memiliki 31 satelit yang mengorbit di orbit MEO di ketinggian 20.200 kilometer dari bumi dengan dukungan frekuensi L1 (1575,42 MHz), L2 (1227,60 MHz) dan L5 (1176,45).

QZSS Milik Negeri Sakura Jepang

Berikutnya adalah sistem satelit bernama QZSS (Quasi-Zenith Satellite System) yang diluncurkan oleh Jepang. QZSS pertama kali diluncurkan di tahun 2010 dengan nama “Michibiki”. Sistem ini tidak menyediakan cakupan global, QZSS memiliki cakupan regional Asia-Oceania antara Jepang dan juga Australia.

Sampai saat ini, sistem satelit milik Jepang ini hanya memiliki empat satelit yang telah mengorbit. Rencananya, Jepang akan menambah tiga satelit lagi dalam beberapa tahun mendatang.

QZSS memiliki 2 jenis orbit, 3 satelit berada orbit HEO dan 1 satelit berada di orbit GEO. QZSS memancarkan frekuensi yang sama seperti GPS L1 (1575,42 MHz), L2 (1227,60 MHz), L5 (1176,45), serta L6 (1278,75 MHz).

BeiDou Milik China

BeiDou dikembangkan oleh China, pertama kali diluncurkan pada tahun 31 Oktober 2000. Saat ini, China berhasil mendaratkan 35 sistem satelit BeiDou dan diupgrade menjadi sistem BeiDou 3.0.

Sistem milik China ini bisa diakses secara global di tahun 2018 bulan desember. Di tahun 2020 tanggal 23 Juni, sistem BeiDou 3.0 melengkapi konstelasinya dengan meluncurkan satelit terakhir. Akurasi sistem BeiDou dapat mencapai 3,6 meter untuk kawasan global dan 2,6 meter untuk kawasan Asia Pasifik.

Satelit BeiDou saat ini mengirimkan banyak sinyal, termasuk B1I (1561,098 MHz), B1C (1575,42 MHz), B2a (1175,42 MHz), B2I dan B2b (1207,14 MHz) dan B3I (1268,52 MHz).

Uni Eropa Meluncurkan Galileo

Pada Maret tahun 2002, Uni Eropa bekerja sama dengan European Space Agency untuk membuat GPS mereka sendiri. Singkatan dari GPS nya Uni Eropa adalah Galileo Positioning System. Satelit ini diluncurkan pertama kali pada tahun 2011, dan mampu beroperasi secara penuh di tanggal 15 Desember 2016.

Biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit yaitu sekitar 10 miliar euro. Sistem ini terdiri dari 30 MEO satelit yang dirancang untuk diintegrasikan dengan sistem GPS. Dengan begitu pengguna bisa menggabungkan sinyal yang diterima dengan sistem GPS yang bisa meningkatkan akurasi, kecepatan dan ketersediaan sinyal layanan sistem navigasi satelit.

Satelit ini mentransmisikan sepanjang spektrum L-Band, melabeli frekuensinya E1 (1575,42 MHz), E5 (1191,795 MHz), E5a (1176,45 MHz), E5b (1207,14 MHz) dan E6 (1278,75 MHz).

NavlC Milik India

Berikutnya ada Navigation with Indian Constellation (NavIC), yang merupakan sistem navigasi satelit yang memanfaatkan konstelasi satelit yang dimiliki India. India telah berhasil meluncurkan banyak satelit sebagai salah satu projek luar angkasa mereka.

Setidaknya ada 7 satelit navigasi India, konstelasi satelit ini beroperasi secara statis untuk daera sub kontinen India dan juga sekitarnya, terutama dalam memberikan akurasi posisi yang akurat sampai dengan 7,6 meter yang bisa mencangkup lebih dari 1.500 km2 di setiap satelit navigasi dalam konstelasinya.

Sistem ini juga digunakan untuk beragam kepentingan pemerintah sampai dengan militer India. Jadi tidak hanya digunakan untuk kepentingan publik saja.

Sinyal NavIC ditransmisikan pada frekuensi GPS L5 (1176,45 MHz) serta sepanjang S-Band (2492,028 MHz)

Kesimpulan

Jadi bagaimana? Sekarang sudah tahu kan apa itu satelit navigasi? Cikal bakal teknologi pemetaan yang manfaatnya kita rasakan saat ini, salah satunya Google Maps. Berkat adanya aplikasi peta seperti Google Maps, banyak aplikasi yang dikembangkan di atas peta aplikasi Google Maps untuk tujuan pelacakan dan pemantauan aset berharga.

Coba kamu bayangkan, apakah Google Maps akan hadir di dunia ini jika tidak ada satelit navigasi sebagai teknologi utamanya? Tentu saja tidak, bahkan satelit navigasi juga ikut andil dalam membantu para developer ketika mengembangkan teknologi dalam meningkatkan fitur-fitur pemetaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

2 × four =