satelit komunikasi

Satelit Komunikasi

Kemudahan dalam berkomunikasi yang saat ini kita rasakan tentunya tidak lepas dari perkembangan teknologi. Tahukah kamu jika ada satelit yang secara khusus diluncurkan untuk tujuan komunikasi? Di dunia telekomunikasi, kehadiran satelit komunikasi sangat berperan penting dalam perkembangan komunikasi global. Penggunaan satelit buatan tersebut menyediakan hubungan komunikasi antar berbagai titik di belahan bumi manapun di seluruh dunia. Itulah kenapa satelit tersebut memiliki peran penting dalam sistem komunikasi global. Sekadar informasi, ada sekitar lebih dari 2 ribu satelit buatan yang mengorbit bumi agar dapat menyampaikan sinyal analog dan digital yang kemudian membawa suara, video, dan data ke dan dari satu ke lokasi lainnya di seluruh dunia.

Satelit komunikasi memiliki dua komponen utama yaitu segmen darat dan segmen luar angkasa. Segmen darat terdiri dari transmisi tetap atau bergerak, antena penerimaan, dan peralatan tambahan. Sementara segment luar angkasa terdiri dari satelit itu sendiri. Tautan satelit tipikal melibatkan transmisi atau uplink sinyal dari stasiun bumi ke satelit. Kemudian, satelit menerima dan memperkuat sinyal hingga akhirnya mentransmisikannya kembali ke bumi, dimana ia diterima dan diperkuat kembali oleh stasiun dan terminal bumi.

Penerima atau receiver satelit yang ada di darat meliputi peralatan direct-to-home atau DTH, peralatan penerima mobile dalam pesawat, telepon satelit, dan perangkat genggam.

Perkembangan Satelit Komunikasi

Saat ini, kini bisa menikmati kemudahan dalam berkomunikasi. Tetapi, pernahkah kamu berpikir seperti apa awal mula adanya komunikasi yang bahkan bisa kita lakukan dengan orang-orang di berbagai belahan bumi? Ide berkomunikasi melalui satelit pertama kali muncul dalam cerita pendek berjudul “The Brick Moon”. Pendeta Amerika dan penulis Edward Everett Hallee menulis cerita tersebut dan kemudian cerita tersebut diterbitkan dalam The Atlantic Monthly di tahun 1869-1870.

Cerita tersebut menggambarkan konstruksi dan peluncuran satelit ke orbit bumi dengan diameter 60 meter atau 200 kaki yang terbuat dari batu bata. The Brick Moon membantu pelaut dalam navigasi, ketika orang mengirim sinyal kode Morse kembali ke bumi dengan melompat-lompat di permukaan satelit.

perkembangan satelit komunikasi

Praktik penggunaan satelit komunikasi pertama kali diusulkan oleh perwira Angkatan Udara Kerajaan berusia 27 tahun yang bernama Arthur C. Clarke dalam sebuah makalah berjudul “Extra-Terrestrial Relays: Can Rocket Stations Give Worldwide Radio Coverage? Makalah tersebut diterbitkan dalam Wireless World edisi Oktober 1945. Ia kemudian menjadi penulis fiksi ilmiah ulung dan mengusulkan satelit pada ketinggian 35.786 km (22.236 mil) di atas permukaan bumi. Kemudian satelit bergerak dengan kecepatan yang sama dengan rotasi bumi. Di ketinggian tersebut, satelit akan tetap dalam posisi relatif terhadap titik di bumi, sehingga antena di darat dapat diarahkan ke satelit 24 jam sehari tanpa harus melacak posisinya.

Saat ini, kita mengenal orbit tersebut dengan sebutan orbit geostasioner. Orbit tersebut dinilai sebagai orbit yang ideal untuk satelit komunikasi. Mengapa demikian? Orbit geostasioner memiliki antena darat yang bisa diarahkan ke satelit dalam 24 jam setiap harinya tanpa harus melacak posisinya. Dalam makalahnya, Clarke menghitung bahwa tiga satelit dengan jarak yang sama di orbit geostasioner dapat menyediakan jangkauan radio hampir di seluruh dunia dengan pengecualian di beberapa daerah kutub.

Pada 4 Oktober 1957, Uni Soviet berhasil meluncurkan satelit buatan pertama mereka yaitu Sputnik 1. Satelit ini memiliki diameter 58 cm atau sekitar 23 inci dengan empat antena yang mengirimkan sinyal radio frekuensi rendah secara berkala. Sputnik 1 mengitari bumi dalam orbit elips dan memerlukan 96,2 menit untuk satu revolusinya. Satelit Sputnik 1 mengirimkan sinyal hanya selama 22 hari hingga baterainya habis dan berada di orbitnya selama tiga bulan. Peluncuran satelit ini memicu awal perlombaan ruang angkasa antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Project Score (Signal Communication by Orbiting Relay Equipment) milik pemerintah AS meluncurkan satelit pertama dari Cape Canaveral, Florida, pada 19 Desember 1958. Satelit tersebut menyampaikan sinyal suara dan menyiarkan rekaman pesan dari Dwight D. Eisenhower, Presiden Amerika yang berbunyi “perdamaian di bumi dan niat baik terhadap manusia di manapun”.

Di tahun 1950-an dan 1960-an, insinyur Amerika John Pierce dari American Telephone and Telegraph Company (AT&T’s) Bell Laboratories dan Harold Rosen dari Hughes Aircraft Company mengembangkan teknologi kunci yang memungkinkan satelit komunikasi komersial. Ia menguraikan prinsip-prinsip satelit komunikasi dalam artikel yang berjudul “Orbital Radio Relays”. Artikel tersebut diterbitkan dalam Jet Propulsion edisi April 1955. Dalam artikel tersebut, ia menghitung kebutuhan daya yang tepat untuk mengirimkan sinyal ke satelit di berbagai orbit bumi. Kontribusi pertama yang ia berikan dalam teknologi satelit adalah pengembangan amplifier tabung gelombang berjalan yang memungkinkan satelit menerima, memperkuat, dan mengirimkan sinyal radio.

Rosen mengembangkan teknologi stabilitas putaran yang bertujuan agar satelit yang mengorbit di luar angkasa bisa lebih stabil.

Saat pertama kali didirikan pada tahun 1958, NASA atau National Aeronautics and Space Administration memulai program untuk mengembangkan teknologi satelit. Proyek pertamanya adalah satelit Echo 1 yang dikembangkan dalam koordinasi dengan AT&T’s Bell Labs. Pierce menjadi pemimpin tim pengembangan satelit Echo 1 di Bell Labs. Satelit tersebut kemudian diluncurkan pada tahun 1960 tepatnya pada tanggal 12 Agustus. Echo 1 merupakan balon berlapis aluminium 30,5 meter atau 100 kaki yang tidak berisi instrumen. Akan tetapi, satelit tersebut dapat memantulkan sinyal dari tanah sehingga dianggap sebagai satelit pasif.

Pengembangan dilanjutkan dengan diluncurkannya Echo 2 pada tanggal 25 Januari 1964 yang dikelola oleh Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Beltsville, Maryland. Namun, setelah Echo 2, NASA meninggalkan komunikasi pasif dan lebih fokus ke satelit aktif. Satelit Echo 1 dan Echo 2 dikreditkan dengan peningkatan pelacakan satelit dan teknologi stasiun bumi yang kemudian terbukti sangat dibutuhkan dalam pengembangan sistem satelit aktif.

Pierce bersama timnya di Bell Labs juga mengembangkan satelit, Telstar 1, yaitu satelit komunikasi aktif pertama yang mampu melakukan komunikasi dua arah. Satelit tersebut diluncurkan ke orbit rendah bumi pada 10 Juli 1962 oleh roket Delta. Untuk pengembangan satelit tersebut, NASA menyediakan layanan peluncuran dan beberapa dukungan pelacakan serta telemetri.

Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau Telstar 1 menjadi satelit pertama yang mengirimkan gambar televisi langsung antara Eropa dan Amerika Utara. Tidak hanya itu, satelit satu ini juga mentransmisikan panggilan telepon pertama melalui satelit, panggilan singkat dari ketua AT&T, Frederick Kappel yang dikirimkan dari stasiun bumi di Andover, Maine ke presiden Amerika, Lyndon Johnson yang berada di Washington, D.C.

Kemudian, pada 14 Februari 1963, tim Rosen di Hughes Aircraft berusaha menempatkan satelit pertama di orbit geostasioner. Satelit tersebut bernama Syncom 1 namun kemudian hilang tidak lama setelah peluncurannya. Setelah itu, ada peluncuran Syncom 2 pada 26 Juli 1963 yang berhasil menjadi satelit pertama dalam orbit geosynchronous. Orbit tersebut memiliki periode 24 jam namun condong ke khatulistiwa. Syncom 3 merupakan satelit pertama yang berhasil berada di orbit geostasioner dengan peluncurannya di 19 Agustus 1964.

Keberhasilan pengembangan teknologi satelit kemudian membuka jalan bagi industri satelit komunikasi global. Amerika Serikat menjadi pelopor perkembangan industri ini dengan disahkannya Communication Satellite Act pada tahun 1962. Undang-undang tersebut mengizinkan pembentukan Communication Satellite Corporation (Comsat) yang merupakan perusahaan swasta yang mewakili Amerika Serikat dalam komunikasi perjanjian satelit internasional yang disebut Intelsat.

Meski terkadang sulit untuk dimengerti, tetapi semua hal tentang satelit komunikasi dan perkembangannya harus kita pahami. Intelsat dibentuk pada 20 Agustus 1964 dengan 11 penandatangan perjanjian Interim Intelsat. Adapun penandatangan perjanjian tersebut adalah Austria, Jepang, Kanda, Belanda, Spanyol, Swiss, Ingris, Norwegia, Jerman Barat, Vatikan, dan Amerika Serikat.

Akhirnya, Intelsat memiliki satelit pertama yaitu Early Bird atau juga disebut Intelsat 1. Satelit tersebut dirancang dan dibangun oleh tim Rosen di Hughes Aircraft Company dan diluncurkan pada tanggal 6 April 1965. Early Bird adalah satelit komersial operasional pertama yang menyediakan layanan telekomunikasi dan penyiaran regular antara Amerika Utara dan Eropa.

Dua tahun setelah peluncuran satelit tersebut, ada peluncuran Intelsat 2B dan 2D yang mencakup wilayah Samudra Pasifik. Kemudian, Intelsat 3 F-3 diluncurkan di tahun 1969 yang mencakup wilayah Samudra Hindia. Satelit Intelsat yang berada di orbit geostasoner mampu menyediakan cakupan yang hampir global. Hal ini tentu saja sesuai dengan apa yang dibayangkan oleh Arthur C. Clarke, 24 tahun sebelumnya.

Sembilan belas hari setelah penempatan Intelsat 3 F-3 di atas Samudra Hindia, ada pendaratan manusia pertama di bulan, tepatnya pada tanggal 20 Juli 1969. Hal tersebut disiarkan langsung melalui jaringan satelit Intelsat ke lebih dari 600 juta pemirsa televisi.

Uni Soviet melanjutkan pengembangan teknologi satelitnya dengan serti satelit Molniya yang diluncurkan dalam orbit elips. Dengan demikian mereka bisa mencapai wilayah jauh di utara negara tersebut. Satelit pertama dari seri ini adalah Molniya 1 yang diluncurkan pada 23 April 1965. Kemudian, di tahun 1967, enam satelit Molniya menyediakan jangkauan di seluruh Uni Soviet. Dalam peringatan 50 tahun Uni Soviet pada 1 Oktober 1967, ada parade tahunan di Red Square yang disiarkan secara nasional melalui jaringan satelit Molniya.

Di tahun 1971, beberapa negara komunis membentuk Intersputnik International Organization of Space Communications yang dipimpin oleh Uni Soviet.

Potensi penerapan satelit untuk pembangunan dan kemampuannya untuk menjangkau daerah-daerah terpencil kemudian mendorong negara-negara lain membangun dan mengoperasikan sistem satelit nasional milik mereka sendiri. Setelah Uni Soviet dan Amerika Serikat, Kanada menjadi negara pertama yang meluncurkan satelit komunikasi miliknya yaitu Anik 1 pada 9 November 1972. Pada tanggal 8 Juli 1976 Indonesia meluncurkan satelit komunikasi pertamanya dan di beri nama satelit Palapa. Kemudian, semakin banyak negara lain yang meluncurkan satelit miliknya masing-masing.

Cara Kerja Satelit

Dengan kemampuannya yang sangat membantu manusia hingga saat ini, satelit tentunya memiliki cara kerja yang mungkin menarik untuk kamu cari tahu. Pada dasarnya, satelit merupakan sistem komunikasi mandiri yang memiliki kemampuan menerima sinyal dari bumi dan mengirimkan kembali sinyal tersebut menggunakan transponder – penerima dan pemancar sinyal radio yang terintegrasi.

carar kerja satelit

Satelit harus tahan terhadap goncangan karena dipercepat selama peluncuran dengan kecepatan orbit mencapai 12.800 km (17.500 mil) per jam. Satelit juga harus tahan terhadap lingkungan luar angkasa yang tidak bersahabat, di mana satelit bisa terkena radiasi serta suhu ekstrem selama masa operasionalnya dan mampu bertahan hingga 20 tahun lamanya. Tidak hanya itu, satelit juga harus ringan mengingat biaya peluncurannya yang cukup mahal.

Satelit juga harus berukuran kecil dan terbuat dari bahan ringan yang mampu bertahan lama. Di ruang hampa udara tanpa prospek pemeliharaan atau perbaikan, satelit harus memiliki keandalan tinggi yaitu lebih dari 99,9 persen saat beroperasi.

Adapun komponen dari satelit adalah sebagai berikut:

  • Sistem komunikasi yang meliputi antena dan transponder yang akan menerima dan mengirimkan kembali sinyal
  • Sistem tenaga seperti panel surya yang menyediakan daya
  • Sistem propulsi berupa roket yang menggerakan satelit

Satelit memerlukan sistem propulsinya sendiri agar bisa mencapai lokasi orbit yang tepat dan sesekali melakukan koreksi di bagian tersebut. Sebuah satelit yang berada di orbit geostasioner dapat menyimpang hingga satu derajat setiap tahun dari utara ke selatan atau dari timur ke barat dari lokasi awalnya. Hal tersebut disebabkan oleh adanya tarikan gravitasi bulan dan matahari. Satelit memiliki pendorong yang sesekali ditembakkan guna menyesuaikan posisi satelit itu sendiri. Pemeliharaan posisi orbit satelit disebut station keep, sementara koreksi menggunakan pendorong disebut attitude control.

Jumlah bahan bakar yang menggerakan pendorong tersebut menentukan usia atau rentang hidup satelit. Satelit akan melayang ke luar angkasa dan menjadi puing-puing dan tidak bisa beroperasi lagi apabila bahan bakarnya habis.

Selama rentang hidupnya, satelit harus terus menerus beroperasi di orbit yang ditargetkan. Untuk bisa mengoperasikan sistem elektronik dan muatan komunikasinya, satelit membutuhkan daya internal. Sumber daya utamanya adalah sinar matahari yang dimanfaatkan oleh panel surya satelit. Namun, satelit juga memiliki baterai yang akan memberikan daya saat matahari terhalang oleh bumi. Baterai tersebut akan diisi ulang oleh kelebihan arus dari panel surya saat satelit mendapatkan sinar matahari.

Mungkin tidak pernah terlintas di benak kamu kalau satelit ternyata beroperasi pada suhu ekstrim yaitu antara 150 °C (−238 °F) hingga 150 °C (300 °F) yang juga bisa terkena radiasi luar angkasa. Akan tetapi, aluminium dan bahan tahan radiasi lainnya akan melindungi komponen satelit yang bisa terkena radiasi. Komponen elektronik dan mekanismenya yang sensitif akan dilindungi oleh sistem termal. Sistem tersebut juga akan mempertahankan pengoperasian satelit yang berkelanjutan. Selain itu, sistem termal juga akan melindungi komponen satelit yang sensitif terhadap perubahan suhu ekstrem. Caranya adalah dengan mengaktifkan mekanisme pendinginan apabila terlalu suhu terlalu panas atau sistem pemanasan apabila suhu terlalu dingin.

Sistem Tracking Telemetry and Control atau TT&C satelit adalah komunikasi dua arah antara satelit dan TT&C yang berada di darat. Sistem tersebut memungkinkan stasiun bumi melacak posisi satelit dan mengontrol propulsi satelit, termal, serta sistem lainnya. Selain itu, juga akan memantau suhu, tegangan listrik, dan parameter penting satelit lainnya.

Satelit komunikasi berkisar dari mikrosatelit dengan berat kurang dari 1 kg atau 2,2 pon hingga satelit besar dengan berat lebih dari 6,5 ribu kg atau 14 ribu pon. Kemajuan dalam miniaturisasi dan digitalisasi secara substansial meningkatkan kapasitas satelit selama bertahun-tahun.

Early Bird hanya memiliki satu transponder yang hanya bisa mengirim satu saluran TV. Seri satelit Boeing 702 justru sebaliknya, ia bisa memiliki 100 transponder. Dengan penggunaan teknologi kompresi digital, setiap transponder dari satelit ini bisa memiliki hingga 16 saluran. Sehingga mampu menyediakan lebih dari 1.600 saluran TV melalui satu satelit.

Satelit beroperasi dalam tiga orbit berbeda yaitu orbit bumi rendah atau Low Earth Orbit (LEO), orbit bumi sedang atau Medium Earth Orbit (MEO), dan orbit geostasioner atau geosinkron (GEO). Satelit LEO berada di ketinggian 160 km hingga 1600 km (100 hingga 1000 mil) di atas bumi. Sedangkan satelit MEO beroperasi di ketinggian 10.000 hingga 20.000 k (6.300 hingga 12.500 mil) dari bumi.

Tidak ada satelit yang beroperasi antara LEO dan MEO karena lingkungan tidak ramah untuk komponen elektronik di area tersebut. Penyebabnya adalah sabuk radiasi Van Vallen. Untuk satelit GEO, posisinya berada di 35.786 km atau 22.236 mil di atas bumi dan dapat menyelesaikan satu orbit dalam 24 jam. Dengan demikian, satelit tersebut tetap berada di satu tempat. Hanya memerlukan tiga satelit GEO untuk menyediakan cakupan global, 20 satelit atau lebih satelit LEO, dan 10 atau lebih satelit MEO untuk mencakup seluruh bumi. Selain itu, berkomunikasi dengan satelit LEO dan MEO juga memerlukan antena pelacak di darat untuk memastikan koneksi antar satelit tetap lancar.

Sinyal yang dipantulkan dari satelit GEO dari bumi ke satelit kembali memerlukan sekitar 0,22 detik untuk bergerak dengan kecepatan cahaya. Penundaan tersebut menimbulkan beberapa masalah untuk aplikasi seperti telepon seluler dan layanan suara. Jadi, semakin besar layanan seluler dan suara bisa menggunakan satelit LEO dan MEO guna menghindari penundaan sinyal akibat latensi bawaan pada satelit GEO. Penyiaran dan data biasanya menggunakan satelit GEO karena dapat mencakup area di permukaan tanah yang lebih luas.

Meskipun satelit memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, tetapi peluncurannya tidak bisa dilakukan begitu saja. Faktanya, peluncuran satelit ke luar angkasa memerlukan roket multistage yang sangat kuat untuk mendorongnya ke orbit tepat sesuai sasaran. Penyedia peluncuran satelit biasanya menggunakan roket berproperti saat meluncurkan satelit dari berbagai situs seperti Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida. Ada juga Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, Kourou di Guyana Prancis, Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California, Xichang di Cina, dan Pulau Tanegashima di Jepang.

Satelit komunikasi menggunakan rentang frekuensi yang sangat tinggi yaitu antara 1–50 gigahertz (GHz; 1 gigahertz = 1.000.000.000 hertz) untuk mengirim dan menerima sinyal. Rentang tersebut diidentifikasi dengan huruf dan diurutkan dari frekuensi rendah ke frekuensi tinggi, L-, S-, C-, X-, Ku-, Ka-, dan V-band. Untuk dapat mentransmisikan sinyal dalam rentang rendah (L-, S-, dan C-band) dari spektrum frekuensi satelit memerlukan antena yang lebih besar agar bisa dapat menerima sinyal. Sedangkan sinyal di ujung yang lebih tinggi (X-, Ku-, Ka-, dan V-band) dari spektrum memiliki kekuatan yang lebih besar. Jadi, antena dengan diameter 45 cm atau 18 inci dapat menerimanya. Spektrum Ku-band dan Ka-band cocok untuk siaran langsung ke rumah (direct-to-home), komunikasi data broadband, telepon seluler, dan aplikasi data.

International Telecommunication Union (ITU) merupakan badan khusus perserikatan bangsa-bangsa yang mengatur satelit komunikasi. ITU berbasis di Jenewa, Swiss yang tidak hanya menerima tetapi juga menyetujui aplikasi untuk penggunaan slot orbit satelit.

Setiap dua hingga empat tahun, ITU menyelenggarakan konferensi komunikasi radio dunia yang bertanggung jawab untuk menetapkan frekuensi ke berbagai aplikasi di semua wilayah di dunia. Masing-masing badan pengatur telekomunikasi negara memberlakukan peraturan tersebut dan memberikan lisensi kepada pengguna berbagai frekuensi. Di Amerika Serikat, ada Federal Communications Commision yang mengatur alokasi dan lisensi frekuensi.

Penggunaan Satelit

Lalu, seperti apa penggunaan satelit? Kemajuan teknologi satelit telah melahirkan sektor layanan satelit yang sehat. Sektor tersebut menyediakan berbagai layanan kepada lembaga penyiaran, penyedia layanan internet atau ISP, pemerintah, militer, dan sektor lainnya. Satelit menyediakan tiga jenis layanan yaitu telekomunikasi, penyiaran, dan komunikasi data.

Layanan telekomunikasi mencakup panggilan telepon dan layanan yang diberikan kepada perusahaan telepon, dan penyedia jaringan nirkabel, mobile, dan seluler. Sementara layanan penyiaran meliputi radio dan televisi yang disampaikan langsung ke konsumen dan layanan penyiaran mobile. Rumah tangga menerima DHT atau televisi satelit secara langsung, seperti DISH Network di Amerika Serikat. Untuk pemrograman kabel dan jaringan dikirimkan ke stasiun lokasi dan dan afiliasinya melalui satelit.

kegunaan satelit untuk komunikasi global

Satelit juga memiliki peran penting dalam menyampaikan program ke ponsel atau perangkat seluler lainnya seperti laptop dan asisten digital pribadi.

Komunikasi data melibatkan transfer data dari satu titik ke titik lainnya. Banyak perusahaan yang menggunakan satelit, terutama perusahaan yang harus mengirim informasi keuangan dan informasi penting lainnya yang harus dikirimkan ke berbagai lokasi. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memfasilitasi transfer data melalui penggunaan jaringan VSAT (very small-aperture terminal). Seiring dengan pertumbuhan internet, traffic pada internet melalui satelit menjadikan penyedia layanan internet sebagai salah satu pelanggan layanan satelit terbesar.

Saat terjadi bencana alam atau dalam keadaan darurat, di mana layanan komunikasi berbasis darat seperti GSM dan fiber optic tidak dapat berfungsi, maka teknologi satelit komunikasi mengambil peran penting di situasi tersebut. Peralatan satelit mobile bisa dikerahkan ke daerah bencana untuk menyediakan layanan komunikasi darurat.

Akan tetapi, satelit juga memiliki kelemahan seperti pada bagian teknis utama, terutama pada satelit yang berada di orbit geostasioner. Kelemahan tersebut adalah keterlambatan transmisi yang melekat. Memang ada cara untuk menangani masalah tersebut, tetapi membuat aplikasi yang memerlukan transmisi real-time dan feedback menjadi tidak ideal untuk satelit misalnya komunikasi suara.

Satelit juga harus bersaing dengan media lain seperti fiber optik, kabel, dan sistem pengiriman berbasis darat lainnya berupa gelombang mikro dan saluran listrik. Salah satu keuntungan dari penggunaan satelit adalah distribusi sinyal yang bisa dilakukan dari satu titik ke berbagai lokasi. Hal tersebut menjadikan teknologi satelit sebagai pilihan ideal untuk komunikasi satu titik ke berbagai titik, seperti penyiaran. Ini juga menjadi alasan kenapa satelit ideal untuk daerah terisolasi dengan populasi yang tersebar.

Satelit dan mekanisme pengiriman lainnya seperti fiber optik atau kabel tidak saling eksklusif. Namun, kombinasi dari berbagai mekanisme pengiriman tersebut mungkin dibutuhkan yang telah memberikan berbagai solusi hibrida, di mana satelit menjadi salah satu mata rantai dalam kombinasi dengan media lain. Penyedia layanan darurat yang disebut dengan teleport mampu menerima dan mengirimkan sinyal dari satelit. Di sisi lain, ia juga bisa menyediakan konektivitas dengan jaringan terestrial lainnya.

Masa Depan Satelit Komunikasi

Percaya atau pun tidak, teknologi satelit bahkan mampu berkembang dalam waktu singkat mulai dari eksperimental (Sputnik 1957), menjadi teknologi satelit canggih dan bertenaga yang kita rasakan manfaatnya saat ini. Ada juga pengembangan konstelasi dari ribuan satelit yang bertujuan untuk membawa akses internet ke berbagai belahan bumi. Satelit komunikasi di masa depan akan memiliki kemampuan pemrosesan onboard yang lebih banyak dan memiliki lebih banyak daya. Tidak hanya itu, satelit juga akan memiliki antena yang semakin canggih sehingga satelit bisa menangani lebih banyak bandwidth.

Masa Depan Satelit Komunikasi

Perbaikan lebih lanjut dalam propulsi satelit dan sistem tenaga akan mampu meningkatkan masa pakai satelit menjadi 20 hingga 30 tahun sehingga lebih lama dari sebelumnya. Selain itu, inovasi teknis lainnya juga sedang dalam pengembangan. Misalnya, kendaraan peluncuran yang bisa digunakan kembali.

Peningkatan traffic video, suara, dan data membutuhkan bandwidth yang lebih besar. Dengan demikian, tidak ada kelangkaan aplikasi yang akan mendorong permintaan layanan satelit di tahun-tahun mendatang. Permintaan bandwidth yang lebih besar dan inovasi serta pengembangan teknologi satelit berkelanjutan dapat memastikan kelangsungan jangka panjang industri satelit komersial hingga abad ke 21.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

12 + 8 =