satelit buatan

Mengenal Lebih Jauh Tentang Satelit Buatan

Masih bingung membedakan antara satelit buatan dan alami? Sebenarnya mengetahui apa itu satelit buatan dan alami terbilang penting. Hal tersebut karena informasi tentang keduanya adalah pengetahuan yang seharusnya diketahui dan dipahami oleh setiap orang.

Saat berbicara tentang satelit alami, kita tidak mengacu pada benda langit yang orbitnya berada di atas benda langit lain yang ukurannya lebih besar. Sementara satelit buatan bisa kita katakan sebagai benda yang mengorbit di sekitar benda langit. Mereka merupakan hasil buatan manusia dengan memanfaatkan teknologi yang bertujuan untuk membantu mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang alam semesta.

Tahukah kamu jika sebagian besar satelit buatan mengorbit di sekitar planet tempat manusia tinggal yaitu bumi? Dewasa ini manusia tidak bisa dipisahkan dari teknologi yang memiliki peran penting di setiap aspek kehidupan manusia. Adanya benda ini dapat membantu perkembangan teknologi sehingga sangat bermanfaat bagi manusia di muka bumi ini.

Dengan adanya artikel ini, kami ingin mencoba membantu kamu mencari tahu lebih jauh tentang teknologi satelit buatan manusia yang menjadi cikal bakal berkembangnya teknologi komunikasi antar benua.

Fitur Utama

Berbeda dengan bulan yang merupakan satelit alami, satelit buatan manusia akan bergerak di sekitar objek yang lebih besar karena adanya gaya gravitasi. Pada umumnya, mereka merupakan mesin canggih dengan teknologi revolusioner yang diluncurkan ke angkasa oleh roket berukuran besar. Roket tidak lebih dari kendaraan seperti rudal, pesawat ruang angkasa, atau pesawat terbang yang mendorong satelit ke atas.

Satelit buatan diprogram untuk mengikuti rute mengelilingi bumi sesuai orbit yang ditentukan. Mereka memiliki fungsi dan tugas utama yang beragam, salah satunya adalah memantau dan mengamati alam semesta untuk mendapatkan informasi yang manusia butuhkan.

Ada beberapa hal yang penting untuk kita diketahui, puing atau sisa mesin yang dikirim ke luar angkasa, pesawat ruang angkasa yang diawaki oleh astronot, stasiun orbital, serta probe antarplanet bukan merupakan satelit buatan.

Penggunaan Satelit Buatan

Untuk mengetahui penggunaannya, kamu harus terlebih dahulu mengetahui apa saja jenis satelit buatan itu sendiri, yaitu geostasioner dan kutub. Kedua jenis satelit tersebut merupakan yang paling utama berdasarkan penggunaannya. mereka sangat membantu manusia saat hendak membuat peta dunia dan mendapatkan informasi spesifik tentang bumi maupun planet lain.

satelit gps

GPS yang kini banyak kita gunakan, bukanlah teknologi yang begitu saja ada. Teknologi tersebut diperoleh berkat jaringan satelit buatan yang mengorbit mengelilingi bumi. GPS merupakan kelompok satelit yang menentukan lokasi dan posisi suatu objek di bumi melalui sistem telekomunikasi. Kegunaan lain dari sistem tersebut adalah dengan lahirnya teknologi televisi, internet, dan telepon seluler dengan jaringan dan sinyal satelit.

Penggunaan satelit buatan adalah untuk tujuan ilmiah dan terapan:

  • Contoh penggunaan ilmiah adalah studi tentang luar angkasa, radiasi matahari, dan lain sebagainya
  • Contoh penggunaan terapan adalah pengamatan meteorologi, spionase militer, telekomunikasi, dan lain-lain.

Sebagian besar satelit yang bergerak mengelilingi planet bumi, berada dalam jangkauan 800 km di atas permukaan dengan kecepatan 27,400 km per jam. Pergerakan yang cepat diperlukan agar gravitasi tidak menarik mereka kembali ke bumi.

Satelit buatan terdiri dari dua bagian dasar yaitu antena dan catu daya yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Antena merupakan bagian yang akan mengirim serta menerima informasi yang dimaksud. Sementara sumber daya baik berupa baterai atau panel surya bekerja guna memastikan mesin tetap terus berfungsi sebagaimana mestinya.

Jenis Satelit Buatan

Seperti yang dikatakan sebelumnya, ada dua jenis satelit yang berputar mengelilingi bumi, yaitu:

  • Geostasioner: satelit yang bergerak ke arah timur-barat di atas khatulistiwa yang mengikuti arah dan kecepatan rotasi bumi.
  • Kutub: Sesuai dengan namanya, satelit jenis ini bergerak dari satu kutub ke kutub lainnya dengan arah utara-selatan.

Dari kedua jenis satelit buatan tersebut, ada beberapa di antaranya yang bertugas untuk mengamati serta mendeteksi karakteristik atmosfer, lautan, dan daratan, mereka bisa disebut sebagai satelit lingkungan.

Satelit buatan juga dibagi menjadi beberapa jenis seperti geosynchronous dan heliosynchronous. Geosynchronous adalah satelit yang memiliki kecepatan orbit yang sama dengan rotasi bumi. Heliosynchronous merupakan satelit yang setiap hari bergerak di waktu yang sama di titik tertentu planet bumi. Jenis satelit yang banyak digunakan dalam telekomunikasi untuk prakiraan cuaca adalah jenis geosynchronous.

Puing-puing Satelit dan Dampaknya

Tidak bisa dipungkiri jika hadirnya satelit buatan sangat membantu meningkatkan kehidupan manusia sejauh ini. Akan tetapi mereka bisa hancur di atmosfer saat kembali setelah berhasil mengumpulkan data atau informasi yang diperlukan, atau jika masa manfaat satelit tersebut sudah habis.

Ada dua situasi ketika satelit sudah tidak lagi diperlukan. Pertama, mereka akan kembali ke bumi dan hancur ke atmosfer. Kedua, mereka akan menjadi sampah luar angkasa karena tetap mengorbit benda luar angkasa meski sudah tidak memiliki fungsi apapun lagi. Apabila satelit berada pada orbit rendah, maka ia akan cenderung hancur memasuki atmosfer dalam porsi yang berbeda.

Akan tetapi, sebagian besar satelit mengorbit di planet tanpa ada gunanya sama sekali dalam jumlah yang besar. Itulah kenapa mereka disebut sampah antariksa.

Satelit buatan yang diluncurkan ke orbit memiliki peran penting bagi kehidupan manusia di bumi sehingga memberikan dampak positif dalam perkembangan teknologi komunikasi. Karenanya kita bisa menjelajahi planet lain, mengamati kehidupan di bumi, mendeteksi meteorit, serta mendapatkan informasi tentang variabel iklim dari titik tertentu di planet tempat manusia tinggal.

Satelit buatan juga bermanfaat dari segi ekonomi dan komunikasi untuk menerima sinyal radio, televisi, telepon, dan internet. Tentunya kita tidak bisa hidup tanpa teknologi tersebut.

Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu kamu dalam mempelajari lebih lanjut tentang satelit buatan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

15 + 9 =