apa itu roket

Roket Luar Angkasa

Teknologi dan pengetahuan merupakan dua hal yang memang harus kita ketahui dan pelajari tanpa tapi. Sayangnya, minat terhadap pengetahuan begitu rendah karena informasi tersebut dinilai kurang menarik. Jika demikian, bagaimana kamu bisa tahu apa itu roket luar angkasa?

Manusia adalah makhluk yang memiliki rasa penasaran yang begitu besar. Mungkin ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa manusia ingin mengetahui bahkan melampaui apa yang ada di planet kita. Apapun tujuannya, kita bisa menyelidiki hal tersebut secara langsung menggunakan roket untuk menuju luar angkasa demi mendapatkan apa yang manusia inginkan. Roket luar angkasa adalah perangkat yang bergerak di udara dengan kecepatan tinggi. Umumnya, perangkat ini digunakan sebagai senjata tetapi juga bermanfaat untuk tujuan eksplorasi ruang angkasa.

Oleh sebab itu, kami mendedikasikan artikel ini untuk memberitahumu apa yang selama ini menjadi pertanyaan yang muncul di benak kamu saat orang-orang berbicara tentang roket luar angkasa serta cara kerjanya.

Apa Itu Roket Luar Angkasa

Dari namanya saja, kamu mungkin bisa menyimpulkan apa itu roket luar angkasa. Namun, jika tidak begitu yakin, kini saatnya untuk mendapatkan informasi tentang benda satu ini. Roket luar angkasa merupakan roket yang umumnya dilengkapi dengan mesin jet atau yang juga dikenal dengan mesin roket yang nantinya akan menghasilkan gerakan dengan mengeluarkan gas dari ruang bakar. Gerakan tersebut juga dapat didorong oleh pembakaran propelan di tabung peluncuran.

roket luar angkasa

Sebenarnya, roket merupakan sejenis mesin yang menghasilkan energi kinetik berkat adanya mesin pembakaran internal. Energi tersebut diperlukan untuk memperluas bagian dari gas yang keluar melalui tabung. Itulah kenapa roket memiliki propulsi jet. Nah, pesawat luar angkasa yang menggunakan propulsi jenis ini biasanya disebut roket.

Roket membantu probe buatan, satelit, dan astronot sampai ke luar angkasa untuk tujuan tertentu. Roket adalah mesin yang dilengkapi dengan mesin pembakaran internal yang bekerja untuk menghasilkan energi kinetik untuk ekspansi gas untuk propulsi jet.

Jenis-jenis Roket Luar Angkasa

Sebenarnya, ada beberapa jenis roket luar angkasa, namun yang paling penting adalah:

  • Apabila kita mempertimbangkan jumlah tahapan, kita akan menemukan roket fase tunggal atau yang juga disebut roket monolitik dan roket multifase. Sesuai dengan namanya, ada beberapa tahapan yang terjadi secara berurutan.
  • Jika dilihat dari jenis bahan bakarnya, ada roket berbahan bakar padat dengan memanfaatkan oksidan dan propelan yang dicampur dalam keadaan padat di ruang bakar. Ada juga roket dengan bahan bakar cair dengan karakteristik oksidan dan propelan yang disimpan di luar ruangan.

Sepanjang sejarah, keberadaan roket begitu penting karena sudah berhasil mengirim manusia ke luar angkasa. Roket-roket tersebut adalah sebagai berikut:

  • Vostok-K 8K72K merupakan roket berawak pertama yang diproduksi di Rusia dan bertanggung jawab membawa Yuri Gagarin sehingga ia berhasil menjadi manusia pertama yang mencapai luar angkasa.
  • Atlas LV-3B membuat John Glenn roket Amerika pertama yang mencapai orbit bumi.
  • Saturn V membawa Neil Amstrong, Michael Collins, dan Buzz Aldrin sampai ke bulan.

Sekadar informasi, elemen piroteknik dengan tabung bubuk juga disebut roket. Roket ini memiliki sumbu di bagian bawah silinder. Saat dinyalakan, ia akan membakar dan menghabiskan gas sehingga roket akan naik dengan kecepatan yang sangat cepat hingga meledak di udara dan mengeluarkan suara keras.

Cara Kerja Roket

Pernah dengar tentang roket bubuk mesiu pertama yang ada sejak tahun 1232? Sebenarnya, prinsip roket luar angkasa sama dengan roket bubuk mesiu meskipun pengoperasiannya jauh lebih rumit. Roket diperkenalkan ke Eropa oleh orang Arab dan digunakan sebagai senjata api di seluruh benua.

roket

Pada dasarnya, roket luar angkasa mengikuti hukum Newton 3, prinsip aksi dan reaksi. Roket ini menggunakan mesin pembakaran internal agar dapat menghasilkan energi kinetik yang nantinya dibutuhkan untuk ekspansi gas.

Hasil pembakaran tersebut sangat kuat sehingga dapat mendorong udara ke bawah dengan kekuatan yang sangat besar seperti apa yang ditetapkan oleh hukum Newton 3: setiap gaya bersesuaian dengan gaya lain yang sama besarnya dalam arah yang berlawanan. Artinya, udara mendorong roket dengan gaya yang sama dengan gaya ke bawah dari gas. Saat gas dikeluarkan, proses tersebut akan menghasilkan energi yang menyebabkan reaksi tidak hanya untuk mengangkat roket tetapi juga memungkinkannya mencapai kecepatan yang begitu tinggi.

Roket Bahan Bakar Cair

Pengembangan roket berbahan bakar cair dimulai di tahun 1920-an. Roket jenis ini pertama kali diproduksi oleh Goddard yang diluncurkan di tahun 1926 di dekat Auburn, Massachusetts. Kemudian, roket berbahan bakar cair pertama Jerman juga dibangun lima tahun setelahnya. Lalu, di akhir 1932, Uni Soviet meluncurkan misil untuk pertama kalinya.

Sementara roket dengan bahan bakar cair skala besar pertama yang berhasil adalah V-2 Jerman. Roket tersebut dirancang selama Perang Dunia II di bawah arahan ahli roket bernama Wernher von Braun. Roket tersebut meluncur untuk pertama kalinya dari pangkalan penelitian Peenemünde di pulau Usedom yaitu pada tanggal 3 Oktober 1942. Pada roket berbahan bakar cair generasi pertama, ujung roket merupakan bagian yang membawa muatan yang dapat berupa hulu ledak atau instrumen ilmiah.

Sementara di bagian dekat kepala biasanya berisi perangkat pemandu, seperti giroskop atau kompas giro, sensor akselerasi, atau komputer. Ada dua tangki utama dari jenis roket satu ini. Satu bagian berisi bahan bakar dan bagian lainnya berisi oksidan. Untuk roket yang berukuran tidak terlalu besar, kedua komponen tersebut dapat diarahkan ke mesin yaitu dengan cara menekan tangki bahan bakar dengan sedikit gas mulia.

Akan tetapi, metode tersebut tidak praktis untuk roket berukuran besar karena tangki akan lebih besar sehingga tidak proporsional. Oleh sebab itu, roket dengan bahan bakar cair berukuran besar, tekanan didapat melalui pompa yang terletak di antara tangki bahan bakar dan motor atau mesin roket. Jumlah bahan bakar yang akan dipompa sangat besar (meskipun V-2 mampu membakar 127 kg bahan bakar per detik) sehingga membutuhkan pompa sentrifugal berkapasitas tinggi yang digerakkan oleh turbin gas.

Mesin roket berbahan bakar cair merupakan perangkat yang terdiri dari turbin dan bahan bakarnya, pompa, motor, dan semua peralatan yang terkait. Dengan munculnya penerbangan luar angkasa berawak, muatan telah bergeser dan semakin banyak roket bermunculan, seperti Mercury, Gemini, dan Apollo. Pada akhirnya, melalui pesawat ulang-alik, roket berbahan bakar cair dan muatannya dapat terintegrasi menjadi satu kesatuan.

Semoga dengan adanya informasi ini kamu bisa mempelajari lebih lanjut tentang roket luar angkasa dan karakteristiknya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

seven + 18 =