Begini, Lho, Cara Mengukur Kualitas Solar Kapal

Mengukur kualitas solar kapal

Teknologi dan regulasi internasional yang terus berkembang mewajibkan pemilik dan operator kapal untuk paham bagaimana mengukur kualitas solar kapal.

Meskipun terkesan sepele, langkah ini bisa menentukan keberlanjutan operasional kapal. Nah, di artikel ini, kamu akan menemukan informasi tentang cara mengukur bahan bakar kapal untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.

Bahan Bakar Kapal

mengukur bahan bakar kapal

Kapal terbilang sebagai alat transportasi yang menghubungkan berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, kendaraan yang satu ini juga perlu tenaga besar untuk beroperasi.

Lalu dari mana kapal mendapatkan energi tersebut? Yap, dari bahan bakar kapal. Keberadaan bahan bakar memungkinkan kapal untuk menggerakkan mesin dan berlayar dengan lancar.

Nah, berikut ini adalah beberapa jenis bahan bakar kapal yang paling umum digunakan.

  • Heavy Fuel Oil (HFO): Umumnya, kapal-kapal besar menggunakan HFO. Jenis bahan bakar yang satu ini adalah yang paling ekonomis di antara jenis bahan bakar lainnya. Namun, kandungan belerangnya cukup tinggi, yang berdampak langsung pada lingkungan dan umur pakai mesin.
  • Marine Diesel Oil (MDO): Minyak yang lebih ringan daripada HFO dan lebih bersih saat pembakaran. Cocok untuk mesin-mesin dengan putaran tinggi.
  • Marine Gas Oil (MGO): Lebih murni daripada MDO dan kandungan belerangnya lebih rendah. Biasanya digunakan oleh kapal-kapal yang beroperasi di daerah dengan regulasi emisi yang ketat.
  • LNG (Liquified Natural Gas): Gas alam yang dicairkan dan menjadi alternatif bahan bakar kapal karena emisinya yang lebih bersih.
  • Biofuel: Bahan bakar yang berasal dari sumber-sumber organik dan ramah lingkungan.

Solar kapal sendiri masuk ke dalam kategori MDO dan MGO. Kedua jenis bahan bakar tersebut juga yang paling umum dipilih oleh banyak kapal.

Apa Saja Metode Pengukuran Kualitas Solar?

Lebih dari apapun, pengaruh bahan bakar kapal pada performa mesin dan keselamatan sangatlah besar. Selain untuk mematuhi regulasi, kinerja mesin pun akan lebih baik dengan solar yang berkualitas.

Untuk mengetahui kualitas bahan bakar telah memenuhi standar, prosesnya melibatkan beberapa tahapan. Berikut ini adalah beberapa cara mengukur kualitas solar yang paling umum.

1. Uji Densitas

cara mengukur bahan bakar kapal

Tujuan dari uji densitas adalah untuk mengetahui kepadatan solar. Untuk melakukan metode pengukuran yang satu ini, teknisi akan menggunakan hydrometer.

Setelah mengambil sampel solar, sampel diletakkan di dalam silinder uji. Hydrometer akan bekerja hingga tingkat tertentu untuk menunjukkan densitas bahan bakar.

2. Uji Kandungan Air

jenis bahan bakar kapal

Seperti penjelasan sebelumnya, air menjadi salah satu aspek yang membuat kualitas bahan bakar menurun. Oleh karena itu, uji kandungan air ini penting untuk monitoring kualitas solar.

Salah satu metodenya adalah dengan menggunakan centrifuge. Sampel solar diputar dengan kecepatan tinggi. Apabila terdapat kandungan air, yang massanya lebih berat, maka akan terpisah ke bagian bawah tabung.

3. Uji Kandungan Belerang

pengaruh bahan bakar kapal

Regulasi telah menentukan standar bahan bakar kapal dan emisinya. Emisi ini seringkali disebabkan oleh kandungan belerang yang tinggi pada bahan bakar.

Nah, pemilik atau operator kapal harus memastikan bahwa bahan bakar yang dipakai telah memenuhi regulasi.

Untuk melakukannya, menguji kandungan belerang bisa menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Sinar X akan memindai sampel, dan respon respon fluoresens akan menunjukkan kandungan belerang.

4. Uji Cetane Rating

standar bahan bakar kapal

Pengujian yang satu ini bertujuan untuk mengukur kemampuan solar menyala secara spontan di bawah tekanan. Untuk melakukan metode ini, teknisi memerlukan mesin uji cetane.

Setelah teknisi menyemprotkan solar ke dalam ruang pembakaran, teknisi juga akan menghitung waktu antara penyemprotan dan mulainya pembakaran.

5. Uji Kandungan Partikel

mengukur kualitas solar pada kapal

Dalam beberapa kasus, terdapat partikel kotoran dan logam dalam bahan bakar kapal. Untuk mengujinya, teknisi bisa menggunakan metode filtrasi. Pada metode ini, teknisi akan memfiltrasi solar dengan media penyaring. Lalu, teknisi akan menghitung dan menganalisis partikel yang tertinggal.

6. Uji Stabilitas Oksidasi

mengukur kualitas solar pada kapal

Masalah pada stabilitas oksidasi ini biasanya menghasilkan endapan, yang mana bisa merusak mesin.

Untuk mengecek aspek ini, teknisi akan meletakkan sampel di wadah tertutup. Kemudian, teknisi meningkatkan suhu hingga tingkatkan tertentu sambil sesekali memberikan udara pada sampel. Kemudian, teknisi mengukur endapan setelah periode tertentu.

7. Uji Viskositas

mengukur kualitas solar pada kapal

Kekentalan solar akan berubah pada suhu-suhu tertentu. Nah, uji viskositas ini bertujuan untuk mengukur kekentalan tersebut. Untuk melakukannya, uji ini menggunakan viscometer.

Solar akan mengalir ke tabung kapiler dan teknisi akan menghitung berapa lama solar mengalir melalui tabung tersebut.

————-

Demikian informasi yang bisa kamu ketahui tentang mengukur kualitas solar kapal. Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga: Cara Menghitung Pemakaian Bahan Bakar Solar pada Kapal Laut

Baca Juga!

Leave a Comment

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru