Cara Mengolah Biomassa

Cara Mengolah Biomassa

Kalau membahas tentang cara mengolah biomassa, berarti kita akan membahas tentang proses bagaimana biomassa dibuat dengan memanfaatkan energi biomassa agar menjadi suatu produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan sebagian besar orang.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghasilkan berbagai macam produk biomassa yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Apa sajakah cara – cara yang dimaksud?

Ragam Cara Mengolah Biomassa

Ragam Cara Mengolah Biomassa

Cara mengolah biomassa merupakan suatu tindakan, mekanisme atau metode proses yang dilakukan untuk menambah nilai dari sumber energi biomassa itu sendiri.

Beberapa cara yang bisa dilakukan dalam pengolahan sumber energi biomassa agar nantinya menjadi produk biomassa yang berguna bagi masyarakat dan lingkungan, di antaranya:

Biobriket

Apa yang dimaksud dengan biobriket?

Jadi biobriket atau yang juga dikenal sebagai briket merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengonversi sumber energi biomassa ke bentuk biomassa lain melalui proses pemampatan. Biobriket dilakukan agar bentuk dari hasil pengolahannya jadi lebih teratur.

Ada cukup banyak sumber energi biomassa yang bisa dimanfaatkan sebagai briket di antaranya adalah arang sekam, sekam, batubara, serbuk gergaji, serbuk kayu dan berbagai limbah biomassa lainnya.

Namun di antara sekian banyak sumber energi biomassa tersebut, yang umumnya paling banyak digunakan sebagai briket adalah batubara. Hal tersebut terjadi karena memang batubara lebih mudah dijadikan briket.

Proses pembuatan briket ini juga tidak terlalu sulit. Berbagai jenis alat pengempa bisa kamu gunakan dalam pembuatan briket mulai dari yang manual, semi mekanis sampai dengan mekanis. Semuanya bisa disesuaikan saja dengan kebutuhan.

Gasifikasi

Gasifikasi merupakan suatu proses konversi bahan selulosa dalam suatu reaktor untuk menjadi bahan bakar gas. Bahan bakar gas tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar motor untuk menggerakkan generator pembangkit listrik.

Dalam proses gasifikasi, ada tiga tahapan proses penting yang dilakukan yaitu :

  • Pengonversian bahan baku atau umpan yang disebut sebagai reaktor gasifikasi
  • Unit pemurnian gas
  • Unit pemanfaatan gas

Gasifikasi sendiri bisa menjadi suatu alternatif solusi yang sangat baik untuk menghemat energi. Dengan gasifikasi dapat sekaligus membantu mengatasi berbagai macam permasalahan limbah utamanya limbah yang berkaitan dengan pertanian, perkebunan dan juga kehutanan.

Pirolisis

Apa yang dimaksud pirolisis?

Jadi pirolisis merupakan suatu proses dekomposisi termokimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa oksigen. Mengapa tanpa oksigen?

Hal tersebut terjadi karena proses dekomposisinya menghasilkan panas lebih dari 150 derajad celcius, sehingga keberadaan oksigen malah berdampak terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran. Nantinya material mentah sebagai bahan baku akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi bentuk gas.

Cara mengolah biomassa dalam proses pirolisis terdiri dari beberapa tingkatan yaitu pirolisis primer dan juga pirolisis sekunder. Pirolisis primer merupakan proses pirolisis yang terjadi pada bahan baku atau zat pengumpan. Sementara pirolisis sekunder merupakan proses pirolisis yang terjadi atas partikel dan gas atau uap hasil dari pirolisis primer.

Liquification

Liquification merupakan suatu proses perubahan wujud dari gas ke cairan melalui mekanisme yang disebut sebagai kondensasi.

Biasanya prosesnya melalui pendinginan, perubahan dari zat padat ke cairan dengan teknik peleburan atau pemanasan dan pencampuran dengan cairan lainnya guna memutus suatu rantai ikatan senyawa di dalamnya.

Proses pengolahan biomassa melalui prosedur liquification biasanya terjadi pada bidang energi. Salah satu contohnya adalah pada batubara.

Anaerobic digestion

Yang dimaksud dengan anaerobic digestion merupakan suatu proses pengolahan bahan organik atau selulosa menjadi senyawa metana (CH4) dan gas lain melalui proses biokimia.

Setidaknya ada empat tahapan biologis dan kimia yang diperlukan dalam mekanisme pengolahan biomassa anaerobic digestion ini di antaranya:

  • Tahapan pertama: terjadinya reaksi kimia dari proses hidrolisis dengan penambahan gugus hidroksil yang membuat molekul – molekul organik kompleks pecah menjadi gula sederhana, asam amino dan juga asam lemak.
  • Tahapan kedua: tahap proses biologi sacidogenesis dan acidogens untuk menghasilkan suatu produk sampingan seperti molekul sederhana, asam lemak volatile (VFAs), amonia, karbondioksida, dan hidrogen sulfida.
  • Tahapan ketiga: proses biologi sacetogenesis dimana molekul sederhana dari proses sebelumnya dicerna oleh acetogens untuk menghasilkan karbondioksida, hidrogen dan utamanya asam asetat.
  • Tahapan keempat: proses biologis metanogen yang menghasilkan metanogenesis metana, karbondioksida dan air.

Salah satu produk yang dihasilkan dari proses anaerobic digestion adalah ethanol. Ethanol yang didapatkan dari proses panjang ini umumnya memiliki jumlah kadar air tinggi untuk nantinya bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti bensin.

Namun jika memang akan dialihfungsikan sebagai bahan bakar pengganti bensin, ethanol harus didistilasi terlebih dahulu agar kadarnya bisa berkualitas dengan persentase di atas 99,5% sehingga aman digunakan.

Densifikasi

Cara mengolah biomassa lainnya yang bisa dilakukan untuk menambah nilai manfaat biomassa adalah melalui proses densifikasi. Densifikasi merupakan suatu proses pembentukan sumber energi biomassa menjadi briket atau pellet.

Briket atau pellet tersebut hadir untuk memudahkan proses penanganan biomassa menjadi suatu produk jadi atau produk yang lebih bermanfaat. Proses densifikasi untuk membentuk briket atau pellet secara umum memiliki beberapa keuntungan, yaitu :

  • Menaikkan nilai kalor per unit volume
  • Memudahkan penyimpanan dan pengangkutan
  • Menyamaratakan ukuran
  • Menyamaratakan kualitasnya

Karbonisasi

Karbonisasi merupakan suatu proses pengonversian bahan organik menjadi arang yang melepaskan berbagai macam jenis gas baik itu gas yang mudah terbakar atau pun gas yang tidak mudah terbakar. Gas – gas yang dilepaskan melalui proses karbonisasi ini memiliki nilai kalor yang tinggi dan dapat digunakan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan kalor pada proses karbonisasi.

Zat – zat mudah terbakar yang dilepaskan dalam proses karbonisasi di antaranya seperti CO atau gas karbonmonoksida, CH4 atau methana, H2 atau hidrogen, formaldehid, formic, dan acetil acid. Sementara zat – zat tak mudah terbakar yang dilepaskan dari proses karbonisasi di antaranya karbondioksida atau CO2, H2O atau air, dan juga tar cair.

Tar itu apa?

Jadi tar merupakan suatu partikel kimia yang umumnya dihasilkan dari proses karbonisasi. Tar hasil proses karbonisasi juga ada yang berwujud cair. Zat ini akan membentuk residu berwarna cokelat atau kuning yang teksturnya lengket. Di dalam tar, ada kandungan nikotin dan monoksida yang sangat berbahaya. Bahkan tar ini berpotensi memicu aktivasi sel – sel kanker di dalam tubuh manusia.

Tar juga bisa kita temukan pada rokok. Karena mengandung tar, rokok menjadi sangat berbahaya dan perlu dihindari.

Kesimpulan

Ada banyak mekanisme atau proses yang bisa dilakukan sebagai cara mengolah biomassa mulai dari biobriket, gasifikasi, pirolisis, liquification, anaerobic digestion, densifikasi sampai dengan karbonisasi.

Pemilihan cara pengolahannya sendiri bisa disesuaikan kebutuhan. Proses pengolahannya pun panjang dan melalui tahapan yang berbeda – beda. Semua mekanisme pengolahan kembali biomassa tersebut juga dilakukan untuk menghasilkan nilai tambah sehingga dapat bermanfaat lebih baik untuk lebih banyak keperluan.

Leave a Comment

three × two =

Sticky Artikel

Artikel Terbaru

arus listrik rangkaian seri

Rangkaian Listrik Seri dan Paralel

Dalam dunia kelistrikan, kita mengenal dua istilah rangkaian listrik yaitu rangkaian listrik seri dan paralel. Kedua rangkaian listrik tersebut sangat bermanfaat dan penerapannya bisa kita

Read More »